“Minggu Hitam”… Demikian media Israel menjuluki hari yang panjang dan heroik ini. Setelah dua bulan musuh membual tentang keberhasilan “manuver darat” dan klaim kosong mengenai penghancuran kemampuan Hizbullah, Perlawanan Islam memberikan jawaban telak pada hari Minggu, 24 November 2024: Tel Aviv membara, empat juta pemukim meringkuk di bungker, dan tank-tank Merkava menjadi abu di tanah Lebanon Selatan.
Sebagai tanggapan atas agresi brutal dan demi membela rakyat Lebanon, Perlawanan Islam melancarkan 50 operasi militer yang menghantam pemukiman, pangkalan, dan barak militer musuh menggunakan drone serang, rudal, serta artileri. Di front darat, para pejuang menunjukkan kemahiran luar biasa dalam serangkaian operasi penghancuran terhadap pasukan musuh yang mencoba merangsek menuju Al-Bayada dan Deir Mimas. Hanya dalam waktu setengah jam, empat tank Merkava hancur total dihantam rudal berpemandu di pinggiran timur Al-Bayada. Ketika satu unit Merkava lainnya datang mencoba mengevakuasi rongsokan tank tersebut, para pejuang segera melumatnya dengan rudal tambahan. Di bukit Al-Lubya, pinggiran barat Deir Mimas, sebuah Merkava lagi hancur dihantam rudal berpemandu, sementara pasukan infanteri musuh yang datang untuk mengevakuasi korban langsung dihujani dengan tembakan roket yang intens.
Saat pasukan musuh mulai mundur dari pinggiran Al-Bayada setelah menderita kerugian besar, para pejuang mendeteksi sekelompok tentara yang membentengi diri di sebuah rumah di pinggiran selatan kota. Dengan senjata langsung, rumah tersebut dihancurkan, mengakibatkan seluruh anggota kelompok di dalamnya tewas atau terluka. Di lokasi lain, sebuah unit infanteri Israel di barat situs Al-Raheb juga menjadi sasaran rudal berpemandu yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di pihak musuh.
Unit rudal Perlawanan membombardir daftar panjang target strategis di utara Palestina yang diduduki. Serangan menyasar posisi artileri di pemukiman Dishon dan timur laut Ga’aton, Pangkalan Berea yang merupakan pusat pertahanan udara dan rudal Komando Utara, Pangkalan Shragga, Pangkalan Dado (markas besar Komando Utara), Pangkalan Mishar (pusat intelijen utama), serta Kamp 100 yang menjadi lokasi pelatihan pasukan darat. Selain itu, pangkalan industri militer Zevulun di utara Haifa, kota Safed, serta sejumlah pemukiman seperti Meron, Yesud HaMa’ala, Sa’sa’, Hatzor HaGlilit, dan Ma’alot Tarshiha tidak luput dari hantaman roket.
Dalam kerangka Operasi Khaibar dan sebagai balasan atas penargetan ibu kota Beirut, Perlawanan Islam melaksanakan operasi kompleks dengan menyerang target militer di Tel Aviv menggunakan kombinasi rudal canggih dan kawanan drone serang. Unit rudal juga menghantam Pangkalan Glilot yang merupakan markas Unit Intelijen Militer 8200 di pinggiran Tel Aviv, serta Pangkalan Angkatan Laut Haifa. Untuk pertama kalinya, angkatan udara Perlawanan melancarkan serangan drone serang ke Pangkalan Angkatan Laut Ashdod yang berjarak 150 kilometer dari perbatasan. Selain itu, sebuah ruang operasi militer yang baru didirikan di pemukiman Metula juga berhasil dihancurkan oleh serangan drone.
Media Israel melaporkan eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan lebih dari 340 roket yang diluncurkan hari itu, menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan di Tel Aviv dan melukai sejumlah pemukim. Kegagalan klaim militer Israel memicu kritik tajam, di mana koresponden militer situs Walla mempertanyakan janji tentara yang sebelumnya mengklaim telah menghancurkan 80% kemampuan rudal Hizbullah. Sepanjang hari ini, sirine peringatan meraung sebanyak 56 kali, mencakup wilayah dari Ras al-Naqoura di utara hingga ke jantung Tel Aviv di selatan.
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: Al Jazeera



