Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, menegaskan bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat yang mengakui tanggung jawab atas agresi militer entitas Zionis terhadap Iran membuktikan keterlibatan langsung Washington dalam kejahatan tersebut sejak awal.
Dalam pernyataannya di platform X, Baghaei menulis, “Apakah kalian masih ingat ketika Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 13 Juni 2025 menyatakan bahwa Washington tidak memiliki peran dalam tindakan agresif dan teroris yang dilakukan entitas Zionis terhadap Iran, dan menegaskan bahwa itu adalah tindakan sepihak oleh Israel tanpa keterlibatan Amerika Serikat?”
Ia melanjutkan, “Pernyataan tersebut adalah kebohongan yang sangat jelas, karena sejak awal sudah nyata bahwa Amerika Serikat terlibat penuh dalam agresi Israel terhadap rakyat Iran. Kini presiden Amerika sendiri telah mengakui bahwa ia bertanggung jawab penuh atas operasi itu, membongkar kebohongan menteri luar negerinya, dan secara praktis mengonfirmasi bahwa Washingtonlah yang sejak awal mengatur seluruh operasi tersebut.”
Menurut Baghaei, pengakuan tersebut merupakan bukti yang tak terbantahkan mengenai keterlibatan langsung dan persekongkolan aktif Amerika Serikat dalam agresi tidak sah yang dilakukan Israel terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa pengakuan itu sekaligus menjadi pengakuan publik atas tanggung jawab Amerika Serikat dalam melakukan tindakan ilegal dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. “Amerika Serikat harus dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran serius dan kejahatan besar yang telah dilakukannya,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga menanggapi pernyataan Perdana Menteri entitas Zionis yang sebelumnya menyebut Israel sebagai “jangkar keamanan di Timur Tengah.” Dalam unggahan di platform X, Araqchi menulis, “Inilah yang disebut sebagai jangkar keamanan di Timur Tengah — seorang pemimpin yang dicari karena kejahatan genosida dan kejahatan perang, yang memberlakukan rezim apartheid terhadap 7,5 juta rakyat Palestina, membombardir tujuh negara dalam setahun terakhir, dan terus menduduki wilayah Palestina, Lebanon, serta Suriah.”
Araqchi menegaskan bahwa entitas Zionis merupakan sumber utama ketidakstabilan di kawasan, dan bahwa kebijakan agresifnya menjadi akar dari konflik dan kekacauan yang melanda Timur Tengah.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Anadolu Agency

