Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Republik Islam Iran dan seluruh dunia Islam dikejutkan dengan berita duka atas gugurnya Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei. Beliau dinyatakan syahid akibat serangan militer gabungan yang diluncurkan oleh pemerintah Amerika Serikat dan entitas Zionis pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Sosok ulama besar dan mujahid ini telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk kemajuan Iran, kejayaan Islam, dan pembelaan terhadap kaum tertindas di seluruh dunia.
Pemerintah Republik Islam Iran telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi syahidnya penerus sah Imam Ruhollah Khomeini ini setelah lebih dari 37 tahun memimpin dengan keberanian langka dan iman yang tak tergoyahkan. Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa-jasa beliau, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari di seluruh penjuru negeri. Selain itu, seluruh kantor pemerintahan dan lembaga publik akan ditutup selama tujuh hari ke depan sebagai tanda duka cita yang mendalam.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah Iran menggambarkan Sayyid Ali Khamenei sebagai simbol perlawanan modern dan mercusuar harapan bagi para pejuang kemerdekaan. Beliau dikenal bukan hanya karena kedalaman ilmu agamanya, tetapi juga karena kebijaksanaan, keteguhan tekad, dan dedikasinya dalam menghadapi tirani serta keangkuhan global. Nama beliau akan terus terukir di hati umat Islam bersama dengan pendahulu beliau, Imam Khomeini, sebagai pemimpin yang konsisten berada di garis depan dalam membela panji-panji Islam hingga saat-saat terakhir kehidupan sucinya.
Pemerintah Iran menyampaikan belasungkawa yang paling dalam kepada Imam Mahdi (semoga Allah menyegerakan kemunculannya), rakyat Iran, umat Islam, serta seluruh orang merdeka di dunia. Pernyataan tersebut juga menegaskan dengan sangat kuat bahwa kejahatan keji ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Darah suci pemimpin yang dihormati ini akan menjadi mata air yang mengalirkan kekuatan baru untuk mencabut akar ketidakadilan Amerika-Zionis. Teheran bersumpah akan membuat para pelaku dan dalang dari serangan ini menyesali perbuatan mereka, sembari menegaskan bahwa Iran akan tetap bersatu dan bangkit dengan martabat yang lebih tinggi setelah melewati masa sulit ini.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Anadolu Agency


