Skip to main content

Wilayah Tepi Barat yang diduduki saat ini tengah mengalami eskalasi aktivitas pemukiman Zionis yang belum pernah terjadi sebelumnya, berjalan beriringan dengan penguatan pangkalan militer besar-besaran oleh tentara pendudukan (IOF). Menggunakan dalih pengamanan pasca-perang, pemerintah Israel di bawah pengaruh menteri ekstremis Bezalel Smotrich telah meluncurkan apa yang disebut sebagai “revolusi pemukiman senyap”. Dalam tiga tahun terakhir, puluhan pemukiman dan pos terdepan baru telah didirikan dengan persetujuan pemerintah, termasuk aktivasi kembali pemukiman yang sebelumnya telah dievakuasi pada tahun 2005.

Laporan terbaru dari media Israel, Yedioth Ahronoth, mengungkap bahwa militer Israel telah memulai pengerjaan lapangan di wilayah barat laut Tepi Barat. Proyek ini mencakup pembangunan jaringan jalan bypass baru, seperti yang mengelilingi desa Silat al-Dhahr di utara Jenin, serta pendirian pos-pos militer permanen. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk mengamankan pembangunan kembali pemukiman Sanur, Homesh, serta kemungkinan Kadim dan Ganim. Langkah ini secara drastis mengubah realitas geografis Tepi Barat utara, yang selama bertahun-tahun dianggap tertutup bagi warga Israel dan hanya menyisakan pemukiman terisolasi seperti Mevo Dotan dan Reihan.

Dari sisi militer, Israel tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga memperkuat kapabilitas intelijen dan teknologi di wilayah utara. Hal ini mencakup pendirian menara observasi tinggi yang dilengkapi dengan sistem radar canggih serta jaringan komunikasi terintegrasi. Untuk mendukung struktur keamanan baru ini, tentara Israel berencana menambah satu batalion tempur lagi, yang akan membawa total kekuatan militer mereka di Tepi Barat menjadi 23 batalion. Penguatan ini bertujuan untuk memastikan kontrol penuh atas pergerakan penduduk Palestina sekaligus memberikan payung perlindungan bagi para pemukim yang semakin merangsek masuk ke wilayah-wilayah padat penduduk.

Perubahan pola pengerahan pasukan dan infrastruktur teknologi ini menandakan bahwa pada tahun 2026, wajah Tepi Barat utara akan berubah total menjadi kawasan yang terfragmentasi oleh blok-blok pemukiman dan pos militer. Dominasi Bezalel Smotrich dalam kementerian keuangan dan urusan pemukiman di kementerian perang telah memberikan legitimasi administratif bagi “pencurian tanah” berskala besar ini. Dengan mengubah status hukum tanah dan memperluas yurisdiksi militer, Israel secara sistematis sedang menghapus sisa-sisa peluang kedaulatan Palestina di masa depan melalui normalisasi pendudukan permanen di bawah bayang-bayang perang.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Anadolu Agency