Skip to main content

Pejabat tinggi militer dan parlemen Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyusul ancaman intervensi Washington terhadap situasi domestik di Teheran. Alaeddin Boroujerdi, anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, menegaskan bahwa Iran bukanlah negara yang bisa diancam oleh Trump. Ia menyatakan bahwa segala upaya Washington untuk mengulangi kesalahan masa lalu atau melakukan provokasi militer akan dibalas dengan serangan yang jauh lebih keras, di mana seluruh kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah akan menjadi target sah militer Iran.

Boroujerdi menilai pernyataan Trump yang mendukung kelompok oposisi di Iran sebagai bentuk kebodohan dan kegagalan dalam memahami karakter Republik Islam. Menurutnya, Washington belum belajar dari sejarah ketika Iran mampu menjatuhkan drone canggih Amerika dan menyerang pangkalan militer AS dengan rudal presisi. Ia menegaskan bahwa Iran memiliki hak yang tidak terbantahkan untuk membela martabat dan status negaranya dari bahasa ancaman yang tidak pantas. Terkait aksi protes ekonomi yang terjadi di beberapa kota, Boroujerdi menekankan bahwa negara telah mendengar aspirasi tersebut dan sedang mengambil langkah darurat, namun ia memberikan garis tegas antara protes damai yang sah dengan aksi kerusuhan yang didalangi oleh agen-agen asing.

Senada dengan otoritas parlemen, Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, menyatakan bahwa Amerika Serikat dan entitas Zionis sedang berupaya memicu kekacauan di dalam negeri Iran sebagai kompensasi atas kekalahan mereka. Mousavi merujuk pada kekalahan yang diderita pihak lawan selama “Perang 12 Hari” yang dipaksakan terhadap Iran pada tahun 2025. Menurutnya, musuh saat ini beralih ke strategi perang lunak (soft war) dan tekanan ekonomi ekstrem untuk mengguncang stabilitas negara dari dalam.

Mousavi menjelaskan bahwa ketika para pedagang turun ke jalan untuk menuntut stabilitas nilai tukar mata uang, pihak musuh segera mengerahkan elemen terlatih untuk mengubah gerakan tersebut menjadi kerusuhan bersenjata. Namun, ia mengeklaim bahwa rakyat Iran memiliki kesadaran tinggi untuk membedakan antara penuntutan hak yang sah dengan agenda provokator. Panglima militer tersebut menegaskan bahwa pasukan keamanan Iran, dengan dukungan penuh dari rakyat, akan bertindak tegas terhadap para perusuh dan memberikan respons revolusioner kepada siapa pun yang tidak menunjukkan rasa hormat terhadap kedaulatan Iran. Prioritas nasional Iran saat ini adalah memperkuat front ekonomi sebagai garis depan dalam menghadapi konspirasi musuh yang diprediksi akan gagal dan justru membawa Iran menuju fase kemakmuran baru.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Roya News