Skip to main content

Dalam rangka menanggapi agresi Israel yang terus berlanjut serta demi membela tanah air dan rakyat Lebanon, Perlawanan Islam melancarkan 38 operasi militer pada hari Jumat, 22 November 2024. Operasi besar-besaran ini menyasar pemukiman, situs militer, barak, dan titik-titik konsentrasi pasukan musuh di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina dengan mengerahkan drone serang, rudal, serta artileri.

Di medan tempur darat, para pejuang Perlawanan Islam berhasil menjebak satu unit infanteri Israel dalam sebuah penyergapan mematikan saat mereka mencoba merangsek maju menuju kota Jibbin. Begitu musuh memasuki titik penyergapan, para pejuang menghujani mereka dengan tembakan senapan mesin dan roket. Bentrokan sengit pecah selama lebih dari tiga jam yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban di pihak Israel. Tak lama berselang, para pejuang mendeteksi pergerakan tank Merkava di sekitar Jibbin dan langsung menghancurkannya dengan rudal berpemandu, yang menewaskan atau melukai seluruh awak di dalamnya. Sebuah tank Merkava lainnya juga berhasil dilumat dengan rudal berpemandu di dekat pusat penahanan Khiam, di selatan kota tersebut. Sepanjang hari, para Mujahidin terus menggempur pergerakan dan konsentrasi pasukan musuh di pinggiran desa Khiam, Kfarkela, Deir Mimas, Yaroun, dan Shamaa menggunakan kawanan drone, roket, dan peluru artileri.

Unit rudal Perlawanan juga membombardir sejumlah pangkalan militer dan kota di utara Palestina yang diduduki, termasuk Pangkalan Shragga yang merupakan pusat komando administratif Brigade Golani di utara kota Acre. Serangan juga diarahkan ke Situs Habushit yang menjadi markas kompi Brigade Hermon 810 serta Situs Peringatan Dini Israel, sebuah pusat intelijen vital milik Divisi Golan ke-210 yang keduanya terletak di puncak Gunung Hermon di Golan Suriah yang diduduki, selain juga menghantam kota Safed.

Sebagai bagian dari rangkaian Operasi Khaibar, unit rudal meluncurkan serangan rudal presisi yang menyasar Pangkalan Teknis Haifa, sebuah pusat pelatihan teknisi Angkatan Udara Israel yang terletak 35 kilometer di timur kota Haifa. Operasi ini juga menargetkan Pangkalan Stella Maris, sebuah markas strategis untuk pengawasan dan pemantauan maritim di pesisir utara. Dalam konteks yang sama, serangan rudal juga menjangkau Pangkalan Palmachim di selatan Tel Aviv, yang merupakan pangkalan udara utama bagi skuadron drone, helikopter militer, dan pusat riset militer, yang berjarak sekitar 140 kilometer dari perbatasan. Selain itu, angkatan udara Perlawanan melancarkan serangan drone serang yang presisi ke Pangkalan Shragga di utara kota Acre.

Di sisi lain, surat kabar Israel Yedioth Ahronoth mengungkap detail pertempuran berdarah di Aitaroun yang terjadi sekitar sebulan lalu. Laporan tersebut menceritakan bagaimana pasukan Israel terjebak di sebuah rumah tua yang telah diintai oleh dua pejuang Hizbullah. Seluruh pasukan tersebut tewas atau terluka setelah disergap dengan tembakan dan granat tangan. Kekacauan di lapangan menyebabkan runtuhnya rantai komando hingga Brigade ke-91 sempat mengeluarkan peringatan penculikan karena mengira tentara mereka tertawan. Salah satu tentara yang terlibat menggambarkan suasana saat itu sangat kacau, mencekam, dan penuh dengan teriakan. Sepanjang hari ini, tercatat 23 sirine peringatan meraung di berbagai wilayah utara Palestina yang diduduki, terutama di pemukiman Galilea Atas dan wilayah pesisir dari Ras al-Naqoura hingga wilayah Haifa.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: Perfil