Koresponden Al-Mayadeen di Jalur Gaza melaporkan bahwa serangan udara pasukan pendudukan Israel yang membidik sebuah kendaraan sipil di dekat Sekolah Al-Buraq, kawasan Jalan Al-Lababidi, bagian barat Kota Gaza, menewaskan empat orang dan melukai lima warga lainnya pada hari Minggu. Insiden ini menambah panjang daftar serangan mematikan yang diluncurkan sejak pagi hari, di mana total korban jiwa di seluruh wilayah tersebut dengan cepat melonjak menjadi sepuluh orang gugur akibat rentetan serangan udara dan pelanggaran militer Israel.
Di wilayah selatan, sebuah pesawat nirawak Israel menembakkan dua rudal secara langsung ke arah pos penjagaan polisi di persimpangan Al-Nas, Jalan Al-Rashid, sebelah barat Khan Yunis. Serangan presisi ini mengakibatkan lima orang tewas di tempat dan sepuluh lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, serangan Israel juga menghantam sektor utara dan tengah Gaza, di mana pengeboman artileri Israel di wilayah Al-Atatra, kota Beit Lahia, melukai sejumlah warga sipil, serta tembakan dari kapal perang Angkatan Laut Israel di lepas pantai Deir al-Balah menewaskan seorang nelayan Palestina dan melukai rekan satu profesinya.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengonfirmasi bahwa fasilitas rumah sakit setempat telah menerima total sepuluh jenazah korban tewas dan 36 korban cedera baru dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Pihak kementerian kembali mengingatkan bahwa banyak korban yang hingga kini masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan atau tergeletak di jalanan, karena intensitas tembakan dan blokade militer Israel terus menghalangi kru ambulans serta tim pertahanan sipil untuk menjangkau lokasi kejadian guna melakukan evakuasi.
Berdasarkan data statistik resmi yang dirilis pihak kementerian, jumlah korban jiwa sejak dimulainya kembali agresi pasca-gencatan senjata kini telah menembus 961 orang gugur, 3.020 orang luka-luka, dan 782 kasus penyelamatan. Dengan pembaruan data harian ini, maka total akumulatif korban agresi militer dan genosida Israel di Jalur Gaza sejak pecahnya konflik pada 7 Oktober 2023 secara resmi telah meningkat menjadi 72.971 orang gugur dan 173.128 orang mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban merupakan warga sipil non-kombatan.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Al Jazeera



