Skip to main content

Milisi perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah, menegaskan bahwa tuduhan yang dilayangkan oleh pasukan pendudukan Israel mengenai keterlibatan mereka dalam serangan terhadap markas Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di kota Dbayn merupakan klaim palsu dan kebohongan belaka. Melalui pernyataan resminya, Hizbullah menjelaskan bahwa pihak pendudukan terus konsisten memfabricate narasi palsu serta merancang tuduhan sepihak terhadap kelompok perlawanan sebagai bagian dari kebijakan penipuan sistematis demi menutupi rangkaian kejahatan perang mereka yang kini telah terbongkar di mata dunia internasional.

Hizbullah juga menunjukkan fakta bahwa tuduhan ini justru datang dari pihak Israel sendiri, aktor yang selama ini tidak pernah menyembunyikan rasa terganggu mereka atas kehadiran pasukan internasional di wilayah Lebanon Selatan. Israel dinilai terus berupaya membatasi ruang gerak dan peran misi perdamaian PBB tersebut karena keberadaan UNIFIL menjadi saksi hidup atas segala bentuk kejahatan, agresi, serta pelanggaran konstan yang dilakukan Tel Aviv terhadap kedaulatan wilayah Lebanon. Sebaliknya, Hizbullah mempertegas komitmen kuat mereka untuk mendukung penuh mandat dan peran pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan di bawah resolusi internasional.

Pernyataan dari pihak Hizbullah ini juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada jajaran kepemimpinan UNIFIL serta pihak keluarga dari prajurit yang gugur, diiringi harapan agar personel yang mengalami luka-luka dapat segera pulih. Dinamika ini mengemuka setelah markas UNIFIL melaporkan secara resmi pada hari Kamis mengenai kematian salah satu anggotanya akibat luka serius yang diderita pasca-insiden di sektor selatan. Pihak UNIFIL kini telah meluncurkan investigasi menyeluruh untuk mengungkap kronologi peristiwa tragis tersebut, sembari memberikan catatan adanya peningkatan tajam intensitas jatuhnya proyektil di wilayah Lebanon Selatan dalam beberapa waktu terakhir, di mana militer Israel tercatat sudah berulang kali membidik posisi dan pos pengamatan PBB selama agresi berlangsung.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency