Seorang anak Palestina gugur dan seorang lainnya terluka, sementara puluhan warga ditangkap dalam rangkaian penyerbuan yang dilancarkan pasukan pendudukan Israel ke sejumlah kota dan desa di Tepi Barat yang diduduki sejak Ahad, 14 Desember 2025.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa anak tersebut, Muhammad Iyad Abahra (16 tahun), gugur akibat tembakan peluru tajam pasukan pendudukan di dekat kota Silat al-Harithiya, di Provinsi Jenin, Tepi Barat bagian utara. Kementerian juga menegaskan bahwa pasukan pendudukan masih menahan jasadnya.
Sumber-sumber Palestina menjelaskan bahwa Muhammad Abahra berasal dari kota Al-Yamoun, yang berbatasan langsung dengan Silat al-Harithiya. Wilayah tersebut diserbu oleh sejumlah kendaraan militer Israel tanpa terjadi bentrokan, bertentangan dengan klaim tentara pendudukan yang menyatakan bahwa korban dalam keadaan bersenjata.
Dalam insiden terpisah, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa tim medisnya di kota Al-Ram, utara Yerusalem, mengevakuasi seorang pemuda yang ditembak di bagian kaki dengan peluru tajam, menyusul bentrokan keras antara pemuda Palestina dan tentara pendudukan.
Di wilayah Ramallah, sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa pasukan Israel menyerbu desa Abwein, utara kota tersebut, menembakkan granat kejut dan gas air mata, serta menggerebek sejumlah rumah yang sebagian di antaranya dijadikan pos penembak jitu. Pasukan pendudukan juga menutup seluruh akses masuk dan keluar desa, mencegah warga beraktivitas.
Penyerbuan di Provinsi Ramallah turut meluas ke kota Sinjil, Arura, dan Kafr Malik. Sementara itu, Kantor Berita Palestina (WAFA) melaporkan bahwa tentara pendudukan menyerbu kota Beita, selatan Nablus, dan menangkap seorang anak bernama Taim Raed Hamayel (14 tahun).
Radio Voice of Palestine menyebutkan bahwa pasukan Israel menghentikan sebuah kendaraan saat menyerbu kota Anabta, timur Tulkarm, menahan dan menganiaya sejumlah pemuda sebelum akhirnya melepaskan mereka.
Di wilayah tengah Tepi Barat, WAFA melaporkan bahwa tentara pendudukan menyerbu kota Turmus Ayya, timur laut Ramallah, mendirikan pos pemeriksaan militer, serta menahan dan menganiaya seorang pemuda.
Kementerian Kesehatan Palestina juga mengumumkan wafatnya Muhammad Wael Shrouf, seorang pemuda yang sebelumnya ditembak pasukan pendudukan di dekat pintu masuk utara kota Nuba, barat laut Hebron, di tengah berlanjutnya operasi penangkapan dan penyerbuan di seluruh Tepi Barat.
Di Hebron, pasukan pendudukan mengeksekusi seorang pemuda Palestina secara ekstrayudisial dengan menembaknya langsung di kepala, dengan dalih dugaan percobaan penusukan. Setelah itu, pasukan Israel menghalangi ambulans mencapai lokasi, membiarkannya kehabisan darah hingga gugur. Pasukan pendudukan kemudian menutup seluruh pintu masuk utama kota, menangkap sejumlah mantan tahanan dan mahasiswa, serta menahan tiga bersaudara dari kota Halhul.
Secara paralel, pasukan pendudukan melancarkan penyerbuan luas di Jenin, Nablus, Ramallah, Tulkarm, dan Bethlehem, disertai penggeledahan rumah, perusakan, penangkapan puluhan warga, serta tindakan kekerasan di lapangan.
Di tingkat pemukiman ilegal, pemerintah pendudukan Israel terus mempercepat proyek perluasan permukiman, melegalkan pos-pos permukiman liar, dan merampas lebih banyak tanah Palestina, sebagai bagian dari kebijakan Yahudisasi sistematis yang melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.
Di Yerusalem yang diduduki, para pemukim Israel meningkatkan penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa, melakukan ritual Talmud di dalam kompleks masjid dengan perlindungan pasukan pendudukan, sembari memberlakukan pembatasan ketat terhadap jamaah Muslim, dalam upaya nyata mengubah status quo dan memaksakan pembagian waktu serta ruang.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengecam penutupan berulang pintu Masjid Ibrahimi di Hebron bagi jamaah Muslim, sementara masjid tersebut dibuka bagi pemukim. Kementerian menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari kebijakan sistematis untuk membatasi kebebasan beribadah dan memaksakan realitas baru atas situs-situs suci Islam.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Al Arabiya


