Skip to main content

Gerakan Jihad Islam Palestina menegaskan bahwa berdirinya Hamas pada tahun 1987 merupakan momen krusial yang mengubah arah sejarah perjuangan dan jihad rakyat Palestina melawan penjajahan. Penegasan ini disampaikan dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Ahad, 14 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan 38 tahun berdirinya Gerakan Perlawanan Islam Hamas.

Dalam pernyataannya, Jihad Islam Palestina menyebut bahwa kemunculan Hamas menjadi titik balik strategis dalam konflik dengan penjajah, karena berhasil meletakkan fondasi bagi perubahan mendasar dalam bentuk, arah, dan intensitas perlawanan Palestina. Sejak saat itu, menurut pernyataan tersebut, rakyat Palestina memasuki fase baru perjuangan yang lebih terorganisir dan berakar pada pilihan perlawanan.

Gerakan tersebut menjelaskan bahwa peluncuran Hamas memberikan dorongan besar bagi perlawanan Palestina dalam menghadapi berbagai proyek yang bertujuan menghapus dan melikuidasi perjuangan rakyat Palestina. Kehadiran Hamas, lanjut pernyataan itu, tidak hanya memperkuat medan perlawanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan penjajah dan para pendukungnya, karena berhasil mengganggu rencana-rencana strategis mereka.

Jihad Islam Palestina juga mengenang darah para pemimpin syahid yang telah gugur di jalan perjuangan, terutama pendiri Hamas, Syekh Ahmad Yassin, serta para kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh dan Yahya Sinwar. Gerakan ini menegaskan bahwa pengorbanan para pemimpin, kader, saudara, dan anak-anak mereka akan senantiasa hidup dalam kesadaran rakyat Palestina, dan menjadi sumber kekuatan moral serta spiritual bagi para mujahid yang terus menempuh jalan perlawanan.

Dalam pernyataan tersebut, Jihad Islam Palestina kembali menegaskan komitmennya terhadap ikatan persaudaraan, darah, jihad, dan perjuangan yang menyatukannya dengan Hamas dan seluruh faksi perlawanan Palestina. Gerakan ini menekankan tekadnya untuk terus melanjutkan jalan penuh duri dalam membela tanah air, hak-hak rakyat, serta kehormatan umat, hingga tercapai kebebasan, pembebasan penuh, dan kembalinya para pengungsi ke tanah air mereka.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Long War Journal