Skip to main content

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan sangat baik meskipun terdapat perbedaan pendapat di antara keduanya di depan publik, seraya menyatakan bahwa pasukan pendudukan Israel akan terus menduduki wilayah Lebanon selatan selama Hizbullah masih mempertahankan kemampuan militernya. Dalam pernyataannya kepada media Israel Channel 14, Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa hubungan dirinya dengan Donald Trump tetap positif di tengah ketegangan yang ada, dengan menyebut bahwa ini bukan pertama kalinya Donald Trump berbicara kepadanya dengan nada yang kurang menyenangkan. Pernyataan tersebut muncul setelah surat kabar The Wall Street Journal, yang mengutip sumber-sumber dari Israel dan Amerika Serikat, melaporkan adanya peningkatan ketegangan antara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu selama perang terhadap Iran, di mana kedua pemimpin dilaporkan tidak sejalan mengenai serangan militer dan pendekatan yang lebih luas dalam negosiasi regional.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pembangunan kembali permukiman Israel di Jalur Gaza, Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa dirinya tidak mengesampingkan langkah tersebut namun menambahkan bahwa tindakan tersebut harus dilakukan secara bijaksana. Menyinggung kasus korupsi yang menjerat dirinya, Benjamin Netanyahu juga menyatakan bahwa ia masih mengupayakan pengampunan meskipun mengklaim bahwa kasus hukum terhadap dirinya secara efektif telah runtuh. Selain itu, Benjamin Netanyahu kembali menegaskan bahwa pasukan pendudukan Israel tidak akan menarik diri dari Lebanon selatan selama Hizbullah terus menimbulkan apa yang ia gambarkan sebagai ancaman bagi rezimnya, seraya menambahkan bahwa pertempuran Israel tidak pernah berakhir dan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di wilayah tersebut.

Sebelumnya pada hari Selasa, 30 Juni 2026, dalam sebuah kunjungan lapangan ke Lebanon selatan bersama Menteri Keamanan Israel Israel Katz dan Wakil Kepala Staf Tamir Yadai, Benjamin Netanyahu meninjau penempatan militer Israel dan menyatakan bahwa Israel akan terus melanjutkan pendudukannya di Lebanon selatan. Ia menambahkan bahwa pasukan pendudukan Israel telah diinstruksikan untuk segera merespons setiap ancaman yang dirasakan tanpa harus menunggu otorisasi lebih lanjut. Benjamin Netanyahu telah berulang kali mengaitkan penarikan mundur pasukan Israel dari Lebanon selatan dengan pelucutan senjata Hizbullah, di mana sebelumnya ia juga menyatakan bahwa dirinya menganggap posisi saat ini sebagai bagian dari misi sejarah dan spiritual serta tetap berkomitmen teguh pada visi Israel Raya.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency