Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menegaskan bahwa meskipun terdapat berbagai kesulitan, tantangan, dan persoalan, masih banyak sisi positif serta kesiapan besar di dalam negeri untuk bergerak maju menuju Islam dan Revolusi Islam, yang harus terus diperkuat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam pertemuannya dengan para peserta konferensi peringatan 5.580 syuhada Provinsi Alborz, yang digelar pada Selasa malam di markas konferensi di Karaj. Dalam pertemuan tersebut, Pemimpin Revolusi menilai bahwa salah satu tugas terpenting dalam situasi saat ini adalah menyampaikan motivasi dan nilai-nilai era Sacred Defense kepada generasi muda.
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa generasi muda Iran saat ini merupakan generasi yang baik. Ia menyatakan bahwa meskipun berbagai sarana modern dengan beragam gagasan dan pemikiran tersedia luas, para pemuda tetap mampu menjaga identitas keislaman mereka. Menurutnya, kondisi ini harus dimanfaatkan untuk menjelaskan nilai-nilai tersebut secara tepat dan dengan pendekatan yang artistik.
Pemimpin Revolusi menjelaskan bahwa kerinduan untuk bertemu Allah dan rasa tanggung jawab keagamaan para pejuang pada masa Sacred Defense merupakan bagian dari puluhan nilai dan motivasi luhur era tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan nilai-nilai itu agar tidak memudar, seraya mengkritik sebagian lembaga kebudayaan dan institusi terkait yang dinilainya belum menunjukkan upaya maksimal dalam menyampaikan nilai-nilai Sacred Defense kepada masyarakat.
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa penyampaian nilai dan motivasi era Sacred Defense kepada generasi baru membutuhkan kerja teknis yang serius serta ketekunan yang berkelanjutan. Ia kembali menekankan bahwa di tengah berbagai tantangan dan kesulitan, terdapat banyak potensi positif dan kesiapan nyata untuk melanjutkan jalan Islam dan Revolusi Islam yang harus diperkuat.
Dalam kesempatan tersebut, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei juga memberikan penghormatan kepada masyarakat Provinsi Alborz, khususnya keluarga para syuhada, serta menyampaikan apresiasi kepada para penyelenggara konferensi. Ia menilai kehadiran masyarakat dari berbagai daerah Iran di Karaj sebagai sebuah keunggulan, seraya menyatakan bahwa apabila kenangan para syuhada serta pesan dan nilai-nilai mereka disampaikan dengan baik, maka pesan tersebut dapat menjangkau wilayah-wilayah lain di seluruh negeri.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein, menegaskan bahwa Iran tidak berupaya mencari perang, namun tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan serangan. Dalam pernyataan yang disiarkan oleh Al-Arabiya dan Al-Hadath pada Selasa, Hussein menyebut bahwa ancaman Israel terhadap Irak masih terus ada, dan bahwa Irak merupakan salah satu negara yang paling terdampak oleh ketegangan regional.
Hussein menambahkan bahwa Irak terus menjalin komunikasi dengan Suriah mengingat adanya perbatasan bersama dan pengalaman kedua negara dalam menghadapi terorisme. Ia menegaskan bahwa Baghdad tidak mencampuri urusan dalam negeri Suriah dan bahwa hubungan dengan Damaskus berjalan secara jelas.
Terkait situasi politik dalam negeri, Menteri Luar Negeri Irak menyatakan bahwa dialog antar komponen politik belum mencapai kesepakatan final terkait penentuan kandidat untuk tiga posisi kepemimpinan utama negara. Ia juga menanggapi penolakan Amerika Serikat terhadap keterlibatan apa yang disebutnya sebagai “faksi bersenjata” dalam pembentukan pemerintahan Irak, dengan menegaskan bahwa faksi-faksi tersebut telah terwakili di parlemen dan memainkan peran penting di dalamnya. Menurutnya, isu tersebut sepenuhnya merupakan urusan internal Irak.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Tehran Times



