Skip to main content

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Iran memantau secara ketat implementasi nota kesepahaman dengan Amerika Serikat, seraya menekankan bahwa mengakhiri perang di Lebanon dan memastikan kedaulatan negara tersebut merupakan salah satu ketentuan utama di dalamnya. Dalam sebuah wawancara televisi, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa beberapa perkembangan setelah penandatanganan perjanjian pada tanggal 14 Juni 2026 mencerminkan implementasi awal memorandum tersebut, termasuk pernyataan Perdana Menteri Pakistan yang mengumumkan diakhirinya permusuhan serta unggahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang merujuk pada pencabutan blokade maritim. Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut perkembangan ini sebagai salah satu elemen paling signifikan yang terkait dengan memorandum tersebut. Ia menambahkan bahwa Iran sedang menindaklanjuti implementasi Pasal 13 dari perjanjian itu dengan keterlibatan mediator Pakistan dan Qatar, serta menegaskan bahwa Teheran tetap berkomitmen pada periode dialog yang telah ditentukan untuk melaksanakan ketentuan tersebut.

Lebih lanjut, Mohammad Bagher Ghalibaf menekankan bahwa Iran tidak akan memasuki negosiasi mengenai perjanjian final sebelum pelaksanaan beberapa klausul memorandum, termasuk Pasal 1, 4, 5, 10, dan 11. Ketua Parlemen Iran tersebut menggambarkan perang yang dipaksakan saat ini sebagai perang komprehensif melawan Iran yang meluas hingga ke luar perbatasannya, seraya menambahkan bahwa Front Perlawanan membentang dari Lebanon selatan hingga Yaman dan Irak. Menurutnya, pencapaian yang diraih sejauh ini mencerminkan kekuatan di medan tempur yang berjalan beriringan dengan kekuatan diplomasi. Mohammad Bagher Ghalibaf juga menyampaikan bahwa Iran menganggap perkembangan di kawasan Teluk dalam beberapa malam terakhir sebagai pelanggaran gencatan senjata, sambil mencatat bahwa skala serangan Israel terhadap Lebanon telah menjadi jauh lebih besar dibandingkan sebelum pembicaraan di Swiss berlangsung.

Di bawah memorandum tersebut, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Amerika Serikat telah berkomitmen untuk mengakhiri perang Israel di Lebanon dan menjamin kedaulatannya, yang ia sebut sebagai sebuah kemenangan besar. Pasal 1 perjanjian tersebut mencakup ketentuan untuk mengakhiri permusuhan di Lebanon, memastikan kembalinya para pengungsi, dan menghormati kedaulatan Lebanon atas seluruh wilayahnya, di mana upaya saat ini difokuskan pada implementasi penuh ketentuan-ketentuan tersebut. Sebuah komite gabungan yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Lebanon akan dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata di Lebanon, dan Teheran tengah mengikuti secara dekat perkembangan terkait mekanisme ini. Namun, Mohammad Bagher Ghalibaf juga menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melanggar memorandum melalui serangan-serangan terbaru terhadap Iran.

Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tetap bersiap untuk perang jika pihak lawan gagal memenuhi komitmennya selama negosiasi berlangsung, seraya menekankan bahwa Teheran tidak memercayai Amerika Serikat dan siap menanggapi setiap pelanggaran. Ia memperingatkan Washington agar tidak melakukan eskalasi lebih lanjut dengan menyatakan bahwa jika Amerika Serikat menginginkan perang, Iran pun sama-sama mampu untuk menghadapinya. Terkait Selat Hormuz, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Iran tetap berkomitmen untuk menjamin kebebasan navigasi sejalan dengan memorandum, sambil memperingatkan potensi ketegangan dan tindakan sepihak di luar perjanjian. Transit bebas biaya melalui selat tersebut akan berlanjut selama 60 hari di bawah pengaturan saat ini, dan Iran tidak akan melepaskan hak-haknya dalam kondisi apa pun.

Beralih ke perkembangan ekonomi, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Iran telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak sejak pencabutan blokade maritim. Ia memperingatkan bahwa jika tujuannya adalah untuk mencegah Iran menjual minyaknya, maka tidak akan ada pihak mana pun yang dapat memperoleh keuntungan dari minyak. Menurut Mohammad Bagher Ghalibaf, Iran kini menjual minyaknya dengan harga 20 persen lebih tinggi dari sebelumnya, dengan pendapatan yang ditransfer ke akun-akun yang telah ditentukan. Mengakhiri pernyataannya, Ketua Parlemen Iran tersebut mengakui bahwa Amerika Serikat bisa saja melanggar komitmennya karena skenario seperti itu tetap mungkin terjadi, sehingga Iran bersiap untuk mengambil tindakan timbal balik yang setimpal.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: The Daily Sabah