Faksi-faksi perlawanan Palestina mengeluarkan pernyataan bersama pada Ahad, 2 November 2025, bertepatan dengan peringatan ke-108 Deklarasi Balfour, yang mereka kecam sebagai permulaan dari rangkaian panjang ketidakadilan, terorisme, dan upaya pemusnahan bangsa Palestina, tanah air mereka, serta hak-hak nasional yang sah.
Dalam pernyataan tersebut, kelompok-kelompok perlawanan menegaskan bahwa kekuatan kolonial yang melahirkan Deklarasi Balfour terus melindungi entitas Zionis, memasoknya dengan senjata dan roket yang digunakan untuk membunuh warga sipil—termasuk anak-anak dan perempuan—serta menghancurkan rumah-rumah penduduk. Tindakan itu mereka gambarkan sebagai kejahatan yang meniadakan nilai kemanusiaan dan bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia yang sering dijadikan slogan oleh kekuatan Barat.
“Deklarasi Balfour tetap menjadi luka terbuka dalam ingatan bangsa Palestina, dunia Arab, dan seluruh umat yang cinta kebebasan,” bunyi pernyataan tersebut. Para faksi menegaskan bahwa kejahatan itu tidak akan pernah terlupakan dan tidak bisa diampuni, menolak segala bentuk normalisasi dengan Israel serta upaya untuk melegitimasi keberadaannya. Mereka menegaskan bahwa perampasan tanah Palestina adalah pengkhianatan terhadap keteguhan rakyat dan darah para syuhada.
Menegaskan tekad untuk terus berjuang, faksi-faksi perlawanan berjanji akan menghadapi seluruh proyek Zionis-Amerika yang bertujuan menghapus keberadaan Palestina dari tanah airnya, dan menegaskan tidak akan menyerahkan sejengkal pun tanah Palestina, berapa pun harga dan pengorbanannya.
Pernyataan tersebut juga menyerukan persatuan nasional sebagai kebutuhan strategis dan jalan utama menuju pembebasan Palestina, mendorong semua komponen bangsa untuk membangun kemitraan sejati dan perlawanan nasional yang terpadu demi kemerdekaan.
Mengakhiri pernyataannya, kelompok-kelompok perlawanan menegaskan kembali komitmen terhadap perlawanan dalam segala bentuknya, dengan perjuangan bersenjata sebagai opsi utama untuk menghadapi kejahatan pendudukan. Mereka menegaskan bahwa hak untuk berjihad dan melawan tidak akan pernah dicabut hingga agresi berhenti sepenuhnya.
Faksi-faksi itu juga menyerukan dunia Arab dan komunitas internasional untuk terus menekan dan bertindak nyata, memperingatkan bahwa tragedi Palestina masih berlanjut di bawah pengepungan dan pembantaian yang dilakukan dengan dukungan dan keterlibatan kekuatan Barat serta Amerika Serikat.
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: ABNA



