Skip to main content

Seorang ibu dan anaknya tewas sementara sejumlah pengungsi mengalami luka-luka akibat serangan militer Israel di wilayah Khan Younis di Jalur Gaza bagian selatan pada Senin malam, 29 Juni 2026. Pertahanan Sipil melaporkan bahwa total lima warga Palestina, termasuk seorang anak, gugur dan lebih dari 30 orang lainnya terluka dalam dua serangan udara Israel yang menyasar Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah serta Khan Younis di bagian selatan. Koresponden di lapangan melaporkan bahwa militer Israel turut melakukan operasi penghancuran bangunan di timur laut kota Khan Younis, sementara di Jalur Gaza utara, pesawat tempur Israel membom sebuah rumah di dekat stasiun Khazandar di kawasan Karama, barat laut Kota Gaza, dan pasukan Israel juga melepaskan tembakan ke arah wilayah Al-Atatra di Beit Lahia serta wilayah timur Kota Gaza.

Menanggapi insiden tersebut, juru bicara Hamas Hazem Qassem menyatakan melalui akun Telegram miliknya bahwa seorang anak tewas di Khan Younis setelah pesawat tempur Israel membom tenda-tenda pengungsi yang menyebabkan kebakaran hebat. Hazem Qassem menegaskan bahwa korban ini menambah jumlah puluhan ribu anak yang tewas akibat pengeboman, kelaparan, penolakan akses pengobatan, serta trauma yang dialami selama konflik berlangsung. Dalam pernyataannya, Hazem Qassem mengkritik keras sikap dunia internasional, negara-negara anggota Liga Arab, hingga Otoritas Palestina di Ramallah yang dinilai tidak melakukan tindakan nyata atau sekadar bersuara di tengah apa yang ia sebut sebagai perang pemusnahan di Gaza. Ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang terus berdiam diri tersebut memikul tanggung jawab moral atas kejahatan yang terjadi terhadap warga Gaza. Sebelumnya, kantor media di Jalur Gaza mencatat telah terjadi 3.465 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mengakibatkan 1.045 orang tewas, 3.380 orang terluka, serta 113 orang ditahan oleh pasukan Israel sejak perjanjian tersebut diberlakukan.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: TRT World