Skip to main content

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa nota kesepahaman yang telah dicapai merupakan urusan bilateral, dan apabila pihak Amerika Serikat mematuhi isi dari nota tersebut, maka Iran juga akan memenuhi seluruh kewajibannya. Masoud Pezeshkian menambahkan bahwa pendekatan yang diambil Iran dalam menghadapi berbagai pernyataan yang tidak berdasar serta ancaman yang tidak memiliki landasan adalah dengan mengedepankan rasionalitas serta martabat dalam pertahanan yang teguh. Pada hari Senin, 29 Juni 2026, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah pada implementasi ketentuan nota kesepahaman tersebut, dengan prioritas untuk memastikan pelaksanaan yang serius dari seluruh poin yang telah disepakati.

Mengenai komitmen Amerika Serikat di bawah Pasal 10 yang berkaitan dengan penjualan minyak, Teheran mengindikasikan bahwa Washington telah mengeluarkan izin-izin yang diperlukan, sementara pihak Iran terus memantau jalannya implementasi pasal tersebut. Senada dengan hal itu, Iran juga terus melanjutkan pelaksanaan klausul kesebelas yang berkaitan dengan pelepasan aset Iran yang dibekukan, di mana delegasi pakar akan segera dikirim ke Doha pada pekan ini untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Beberapa hari sebelumnya, Masoud Pezeshkian menjelaskan bahwa hasil dari perundingan dengan Amerika Serikat sangat bergantung pada kepatuhan ketat terhadap komitmen yang dihasilkan dari pertemuan tersebut, seraya memperingatkan bahwa pernyataan-pernyataan di luar skenario yang telah ditetapkan tidak akan membantu memajukan jalannya negosiasi. Pernyataan ini disampaikan satu hari setelah delegasi perunding Iran meninggalkan Swiss menyusul berakhirnya putaran pembicaraan intensif dengan Washington yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan, yang berlangsung selama lebih dari 18 jam sebagaimana diumumkan oleh juru bicara delegasi tersebut, Ismail Baghaei.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency