Skip to main content

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Gharib Kazemabadi menegaskan penolakan keras Iran terhadap segala bentuk campur tangan pihak asing dalam operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz, dengan menekankan bahwa pelaksanaan tugas tersebut secara eksklusif hanya akan dilakukan oleh Teheran. Gharib Kazemabadi menambahkan dalam pernyataannya bahwa Iran secara mandiri akan mengambil alih proses penyingkiran ranjau dari Selat Hormuz sesuai dengan nota kesepahaman yang berlaku, serta menegaskan bahwa pada prinsipnya Teheran tidak akan mengizinkan negara mana pun untuk ikut berpartisipasi dalam pembersihan ranjau dari selat tersebut. Gharib Kazemabadi juga mencatat bahwa situasi di Selat Hormuz sangat sensitif dan kompleks, seraya mendesak Prancis untuk tidak memperumit keadaan dengan berbagai provokasinya.

Sikap ini muncul sebagai tanggapan atas pengumuman Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai kerja sama negaranya dengan Kesultanan Oman untuk mengamankan navigasi di selat tersebut. Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengumumkan kesepakatan antara Prancis dan Kesultanan Oman untuk bekerja sama dengan para mitra dalam menyingkirkan ranjau dari Selat Hormuz, yang mana hal ini menjadi bagian dari apa yang digambarkan oleh Emmanuel Macron sebagai upaya untuk mengurangi ketegangan dan memastikan keamanan navigasi serta kebebasan melintas di salah satu rute maritim paling penting di dunia. Melalui sebuah unggahan di platform X setelah pertemuannya dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq di Istana Elysee, Emmanuel Macron menjelaskan bahwa Paris dan Muskat juga berupaya untuk berkontribusi dalam menenangkan situasi di Timur Tengah, mengingat tingginya eskalasi ketegangan yang disaksikan kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Sebagai catatan tambahan, pada hari Senin, 29 Juni 2026 sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Oman mengumumkan bahwa komite gabungan Oman-Iran telah mengadakan pertemuan perdananya di ibu kota Muskat untuk bertukar pandangan mengenai pengelolaan masa depan Selat Hormuz. Pihak kementerian menjelaskan bahwa kedua belah pihak membahas berbagai langkah untuk meningkatkan koordinasi dalam isu-isu yang berkaitan dengan selat tersebut, sejalan dengan kepentingan bersama kedua negara. Kementerian Luar Negeri Oman juga menambahkan bahwa pertemuan itu turut membahas kerangka kerja sama di bidang navigasi maritim, mengingat Oman dan Iran merupakan dua negara yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency