Skip to main content

Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) merilis rekaman video yang menunjukkan pengambilalihan dua kapal kontainer di Selat Hormuz pada Rabu, 22 April 2026. Berdasarkan laporan kantor berita Fars, IRGC juga menargetkan kapal milik Yunani bernama “Euphoria” yang kini diperintahkan berlabuh di lepas pantai Iran. Selain itu, otoritas Iran mengonfirmasi penahanan dua kapal lainnya, yaitu “MSC-FRANCESCA” yang memiliki keterkaitan dengan entitas Israel serta kapal “EPAMINODES”. Keduanya dituduh melakukan pelanggaran berulang, mencoba meninggalkan Selat Hormuz secara ilegal tanpa izin, serta mematikan sistem navigasi otomatis yang membahayakan keamanan maritim di jalur strategis tersebut.

Aksi penyitaan ini merupakan respons langsung terhadap blokade laut yang diterapkan Amerika Serikat sejak 12 April lalu terhadap seluruh kapal yang memasuki atau meninggalkan perairan Iran. Langkah Washington tersebut dianggap sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai di Pakistan. Hingga saat ini, pasukan AS dilaporkan telah menyita satu kapal kontainer di Teluk Oman serta melakukan penyerbuan paksa terhadap sebuah kapal tanker minyak di wilayah Samudra Hindia dan Pasifik, yang semakin memperkeruh ketegangan militer di jalur perdagangan energi dunia.

Menanggapi tindakan agresif Amerika, Iran memutuskan untuk menutup kembali Selat Hormuz dan menetapkan rute khusus yang sangat terbatas bagi kapal non-militer. Teheran menegaskan bahwa setiap kapal yang ingin melintasi selat tersebut kini wajib mendapatkan izin resmi dari otoritas Iran dan mengikuti jalur yang telah ditentukan sebelumnya. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan kedaulatan wilayah laut Iran terjaga, sekaligus memberikan tekanan balik terhadap blokade ekonomi yang coba dipaksakan oleh pemerintahan Trump di tengah rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan Teluk.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Al-Monitor