Skip to main content

Jumlah warga Palestina yang gugur akibat serangan udara terbaru yang dilancarkan oleh pasukan pendudukan Israel di Jalur Gaza meningkat menjadi 30 orang, menurut pernyataan Mahmoud Bassal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza.

“Sedikitnya 30 orang telah terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza. Tim kami masih terus berupaya mengevakuasi jenazah dan korban luka dari bawah reruntuhan,” ujar Bassal kepada kantor berita AFP.

Sebelumnya pada Selasa pagi, Bassal melaporkan bahwa sedikitnya sembilan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangkaian serangan yang terjadi sepanjang hari di berbagai wilayah Gaza.
Serangan-serangan tersebut meliputi:

  • Serangan terhadap gedung permukiman di lingkungan Sabra, Kota Gaza;
  • Serangan terhadap kendaraan sipil di Khan Younis, Gaza selatan;
  • Serangan terhadap tenda pengungsi di kawasan Zawaya, Gaza tengah.

Serangan terbaru yang diperintahkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu itu disebut-sebut bukan sebagai respons langsung terhadap gerakan Hamas, melainkan kelanjutan dari kebijakan lama Israel yang menciptakan dalih untuk membenarkan genosida terhadap rakyat Palestina.

Meskipun sempat ada keraguan di kalangan pejabat Israel akibat tekanan dari Amerika Serikat, Netanyahu akhirnya melanjutkan operasi udara dengan alasan adanya serangan terhadap pasukan Israel di Rafah — sebuah klaim yang secara tegas dibantah oleh Hamas.

Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan insiden di Rafah dan menegaskan kembali komitmennya terhadap perjanjian gencatan senjata. Gerakan itu mengecam apa yang disebutnya sebagai:

“Pemboman kriminal yang dilakukan oleh tentara fasis pendudukan terhadap wilayah Jalur Gaza, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani di Sharm El-Sheikh di bawah mediasi Presiden Trump.”

Hamas menutup pernyataannya dengan mendesak para mediator internasional untuk segera bertindak menekan pasukan pendudukan agar menghentikan eskalasi brutal terhadap warga sipil di Jalur Gaza, menghentikan pelanggaran serius terhadap gencatan senjata, dan memastikan kepatuhan penuh terhadap seluruh ketentuannya.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Al Jazeera