Skip to main content

Dalam kunjungannya ke Provinsi Golestan di bagian utara Iran, Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa partisipasi bersejarah rakyat dalam pawai peringatan kemenangan Revolusi Islam merupakan perwujudan nyata dari kesadaran dan kewaspadaan mereka. Menurutnya, kehadiran massa yang masif membuktikan bahwa bangsa Iran tidak mudah terpedaya oleh propaganda asing, melainkan tetap hadir dengan visi independen yang kuat di berbagai lini. Saat meresmikan rencana eksekutif provinsi tersebut, Pezeshkian menyoroti antusiasme publik yang luar biasa pada pawai hari Rabu, 11 Februari 2026, yang diadakan serentak di seluruh negeri sebagai bukti komitmen rakyat terhadap pilihan nasional mereka.

Saat bertemu dengan tokoh-tokoh elit di Provinsi Golestan, Pezeshkian menekankan bahwa Israel dan beberapa pihak asing sedang menunggu kesempatan untuk mengeksploitasi masalah internal di Iran. Ia menegaskan kembali bahwa persatuan rakyat adalah jalan utama dan paling mendasar untuk menyelesaikan berbagai krisis yang ada. Pezeshkian secara terang-terangan menyebut bahwa Benjamin Netanyahu beserta kekuatan di belakangnya sama sekali tidak mengincar kepentingan rakyat Iran, melainkan bekerja secara sistematis untuk menyulut perselisihan dan melemahkan stabilitas negara. Oleh karena itu, ia menyerukan penguatan persatuan nasional dan penolakan tegas terhadap segala bentuk perpecahan.

Lebih lanjut, Presiden Iran tersebut menganggap kepemimpinan revolusi sebagai poros utama persatuan di negara tersebut. Partisipasi warga dalam pawai baru-baru ini dinilai sebagai pesan yang sangat jelas kepada dunia untuk menolak intervensi asing. Pezeshkian menyimpulkan bahwa solidaritas tersebut menunjukkan tekad rakyat untuk tetap berpegang teguh pada visi Iran yang kuat dan bersatu, sekaligus menjadi tameng terhadap segala upaya adu domba yang dilancarkan oleh pihak luar demi kepentingan politik mereka.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Press TV