Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menyampaikan pesan resmi yang sangat mendalam kepada rakyat Iran sebagai bentuk apresiasi atas aksi pawai jutaan orang yang memenuhi jalan-jalan di seluruh penjuru negeri pada Senin, 12 Januari 2026. Dalam pesan tersebut, beliau menegaskan bahwa rakyat Iran telah mengukir prestasi besar dan mencatatkan sejarah baru dengan menunjukkan tekad serta identitas nasional mereka yang tak tergoyahkan di hadapan musuh-musuh global. Beliau menyatakan bahwa kerumunan massa yang melimpah ini secara efektif telah menggagalkan rencana jahat kekuatan asing yang berusaha diimplementasikan melalui tangan-tangan tentara bayaran pengkhianat di dalam negeri. Pesan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para politisi Amerika Serikat agar segera mengakhiri segala bentuk penipuan diplomatik dan berhenti menggantungkan harapan pada elemen-elemen yang disebutnya sebagai pengkhianat bangsa. Beliau menutup pesannya dengan doa bagi rakyat Iran yang dianggapnya sebagai bangsa yang kuat, cakap, dan cerdas dalam mengenali musuh serta selalu siap siaga hadir di medan perjuangan dalam situasi apa pun.
Seiring dengan pesan dari pemimpin tertinggi, gelombang demonstrasi besar melanda ibu kota Teheran dan seluruh provinsi lainnya di Republik Islam Iran sejak Senin pagi. Demonstrasi ini bertujuan untuk mengutuk keras aksi kriminal, kerusuhan, dan serangan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok teroris dalam beberapa pekan terakhir. Massa yang berkumpul di alun-alun utama Teheran serta kota-kota besar lainnya mengibarkan bendera nasional dan mengangkat foto-foto pemimpin revolusi sambil meneriakkan yel-yel penolakan terhadap sabotase dan campur tangan asing. Di beberapa wilayah, pawai ini juga diiringi dengan prosesi pemakaman para martir dari kalangan pasukan keamanan Basij dan kepolisian yang tewas akibat serangan brutal yang disamakan dengan pola serangan kelompok ISIS—yang oleh pemerintah Iran disebut sebagai kelompok yang dipelihara oleh Amerika Serikat.
Semangat perlawanan ini terlihat merata di berbagai daerah strategis dengan karakteristik pesan yang kuat. Di kota suci Qom, masyarakat berkumpul untuk memperbaharui janji setia dan loyalitas mereka terhadap prinsip-prinsip Revolusi Islam. Sementara itu, rekaman udara dari kota Birjand menunjukkan partisipasi warga yang luar biasa dalam menentang para perusuh dan pendukung asing mereka. Di Provinsi Azerbaijan Barat, massa meneriakkan slogan anti-Amerika dan anti-Israel sebagai bentuk berlepas diri dari musuh dan agen-agen munafik. Di wilayah Sanandaj, Provinsi Kurdistan, para peserta aksi secara tegas menyatakan bahwa segala permasalahan internal Iran harus dan mampu diselesaikan oleh rakyatnya sendiri tanpa perlu adanya intervensi dari kekuatan luar negeri. Demikian pula di Kerman, warga menegaskan bahwa mereka tidak gentar terhadap ancaman terorisme global meskipun kelompok-kelompok tersebut mendapatkan dukungan militer dari kekuatan-kekuatan besar dunia.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan para korban, pemerintah Iran secara resmi menetapkan tiga hari berkabung nasional bagi para martir perlawanan nasional yang gugur melawan plot Amerika Serikat dan entitas Zionis. Dalam pernyataan kabinetnya, Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan duka mendalam atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa yang menjadi korban kekerasan kelompok sabotase. Pemerintah menegaskan bahwa meskipun mereka mengakui hak rakyat untuk menyampaikan aspirasi dan telah melakukan dialog langsung dengan perwakilan pengunjuk rasa yang sah, negara tidak akan memberikan ruang bagi kelompok teroris bersenjata yang didukung asing—terutama yang berafiliasi dengan Israel—untuk merusak stabilitas dan tempat-tempat suci seperti masjid yang menjadi sasaran pembakaran oleh para pelanggar hukum dalam beberapa hari terakhir.
Hingga saat ini, situasi keamanan domestik mulai menunjukkan penguatan setelah Kementerian Keamanan Iran melaporkan penangkapan ratusan pemimpin kelompok teroris dan penyitaan ratusan pucuk senjata ilegal di berbagai wilayah perbatasan. Pawai jutaan orang ini menjadi momentum bagi Republik Islam Iran untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kedaulatan negara tetap berdiri kokoh di atas dukungan rakyatnya sendiri, sekaligus menjadi jawaban telak atas tekanan psikologis dan militer yang dilancarkan oleh aliansi Amerika-Israel.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Jerusalem Post



