Skip to main content

Eskalasi di perbatasan utara wilayah pendudukan Palestina mencapai level baru yang sangat berbahaya pada Jumat dini hari, 6 Maret 2026. Perlawanan Islam di Lebanon (Hizbullah) secara resmi mengeluarkan peringatan keras kepada para pemukim Israel di wilayah utara untuk segera mengosongkan tempat tinggal mereka. Dalam pernyataan yang disertai peta militer tersebut, Hizbullah mewajibkan evakuasi seluruh pemukiman hingga kedalaman 5 kilometer dari garis perbatasan. Langkah ini dinyatakan sebagai respons atas agresi militer Israel terhadap kedaulatan Lebanon yang menargetkan infrastruktur sipil, rumah sakit, serta pembantaian warga tak bersalah di pinggiran selatan Beirut (Dahiyeh) dan kota-kota lainnya.

Di medan tempur darat, wilayah Khiam dan Markaba menjadi pusat pertempuran yang menghancurkan bagi pasukan darat Israel. Hizbullah melaporkan telah melancarkan serangan roket untuk ketiga kalinya terhadap kumpulan kendaraan militer Israel di situs baru Markaba sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari. Selain itu, upaya gerak maju pasukan pendudukan dari Wadi al-Asafir menuju lingkungan selatan kota Khiam berhasil dipatahkan melalui penyergapan yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban langsung di pihak Israel. Di saat yang sama, pangkalan Al-Malikiyah juga dihujani salvo roket tepat pada waktu fajar. Kegigihan perlawanan ini dikonfirmasi oleh laporan media Israel yang mengutip pejabat militer bahwa Hizbullah sejauh ini sebenarnya belum mengerahkan seluruh kekuatan tempur utamanya.

Kerugian di pihak militer Israel mulai terungkap melalui laporan resmi dari juru bicara Angkatan Pertahanan Israel (IDF). Seorang perwira tempur dari Brigade Givati dilaporkan terluka parah, sementara seorang prajurit dari brigade yang sama mengalami luka sedang dalam bentrokan sengit yang terjadi di Lebanon selatan pada hari Kamis. Kedua personel tersebut dievakuasi menggunakan helikopter di bawah perlindungan tembakan tank guna mendapatkan perawatan medis darurat. Media Israel juga mencatat adanya serangan rudal anti-tank yang menghantam lini depan unit lapis baja di perbatasan, yang kemudian memicu baku tembak hebat melibatkan helikopter tempur di area tersebut.

Tidak hanya di garis depan, jangkauan serangan Hizbullah juga terus meluas ke arah selatan wilayah pendudukan. Pangkalan “Naftali” yang terletak di sebelah barat Danau Tiberias menjadi sasaran salvo roket, sementara pangkalan udara “Ramat David” diserang oleh skuadron drone penyerang. Di wilayah perbatasan, situs “Balat” dihantam menggunakan rudal berpemandu secara presisi, dan barak “Yara” menjadi sasaran serangan drone. Laporan lapangan juga menyebutkan adanya upaya Hizbullah untuk merebut situs strategis “Karkom”, sebuah insiden yang dilaporkan masih berlangsung hingga saat ini. Melalui rangkaian operasi ini, Hizbullah menegaskan bahwa agresi musuh tidak akan dibiarkan tanpa balasan yang setimpal demi membela tanah air dan rakyat Lebanon pasca-syahadah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Al Jazeera