Media investigatif The Intercept melaporkan pada Senin, 15 Desember 2025, bahwa para donor yang berbasis di Amerika Serikat telah menyalurkan jutaan dolar ke dalam jaringan lobi berskala Eropa yang dirancang untuk mempromosikan kepentingan politik, militer, dan ekonomi “Israel”, dengan mengekspor taktik-taktik yang selama ini lekat dengan Komite Urusan Publik Amerika–Israel (AIPAC) ke dalam institusi-institusi Eropa.
Di pusat penyelidikan tersebut terdapat European Leadership Network (ELNET), sebuah organisasi advokasi pro-“Israel” yang menyelenggarakan perjalanan ke “Israel” bagi para anggota parlemen Eropa, mengadakan acara kebijakan di dalam parlemen-parlemen Eropa, serta melobi kebijakan luar negeri dan keamanan. Pimpinan ELNET secara terbuka menggambarkan organisasi tersebut sebagai “AIPAC-nya Eropa”, sebuah perbandingan yang diperkuat oleh keterkaitan personalia dengan AIPAC, rezim Israel, dan aparat militer Israel.
Menurut analisis yang dikutip oleh The Intercept, lebih dari 100 yayasan, organisasi nirlaba, perwalian, dan badan amal di Amerika Serikat telah mengirimkan sedikitnya 11 juta dolar AS kepada sayap nirlaba ELNET di Amerika Serikat, Friends of ELNET, sejak tahun 2022. Lonjakan pendanaan ini meningkat tajam setelah peristiwa 7 Oktober dan di tengah berlanjutnya genosida “Israel” di Gaza, dengan ELNET melaporkan capaian penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarahnya pada periode tersebut. Laporan itu menempatkan aktivitas lobi ini dalam konteks lanskap politik Eropa, di mana kebijakan institusional tetap sejalan dengan “Israel” meskipun kemarahan publik atas kekejaman di Gaza semakin meluas.
Meskipun institusi Uni Eropa dan negara-negara anggotanya termasuk yang paling vokal menekankan akses kemanusiaan, Komisi Eropa menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan Uni Eropa ke Gaza telah melampaui 550 juta euro sejak tahun 2023, termasuk operasi jembatan udara yang sedang berlangsung untuk menyalurkan bantuan. Pada saat yang sama, Uni Eropa tetap menjadi mitra dagang terbesar “Israel”, dengan total perdagangan barang Uni Eropa–“Israel” mencapai 42,6 miliar euro pada tahun 2024, berdasarkan data perdagangan Komisi Eropa.
Menurut laporan tersebut, ELNET mengklaim berperan dalam membentuk sejumlah keputusan kebijakan utama Eropa yang menguntungkan “Israel”, termasuk persetujuan Jerman atas pembelian pesawat nirawak dan sistem rudal Israel senilai 3,5 miliar dolar AS, yang merupakan kesepakatan ekspor pertahanan terbesar dalam sejarah “Israel”. Meskipun ELNET lebih kecil dibandingkan AIPAC, organisasi ini beroperasi dalam arena politik yang lebih sempit dengan fokus pada institusi Uni Eropa dan parlemen nasional, pada saat penolakan publik terhadap tindakan “Israel” di Gaza semakin meluas di seluruh Eropa.
Anggota Parlemen Eropa dari Irlandia, Lynn Boylan dari partai Sinn Féin, menyatakan keprihatinannya terhadap pengaruh tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya sangat khawatir kelompok-kelompok dari Amerika Serikat tampaknya mampu menentukan kebijakan Uni Eropa terkait “Israel”. Boylan menegaskan bahwa ELNET secara jelas menyatakan perannya adalah melegitimasi dan memperdalam hubungan ekonomi dengan “Israel”, pada saat hukum internasional justru menuntut adanya sanksi terhadap “Israel” dan pemutusan hubungan dagang.
Friends of ELNET, yang menyalurkan sebagian besar pendapatannya ke cabang-cabang internasional ELNET, berhasil menghimpun lebih dari 9,1 juta dolar AS pada tahun 2023, meningkat dari 7 juta dolar AS pada tahun 2022 dan lebih dari dua kali lipat pendapatannya pada tahun 2018. Organisasi ini dipimpin oleh Larry Hochberg, mantan direktur nasional AIPAC, sementara presidennya, David Siegel, sebelumnya bekerja sebagai diplomat Israel, penulis legislatif AIPAC, serta perwira dalam militer Israel.
Anggota dewan dan para donor Friends of ELNET juga tercatat memberikan kontribusi besar kepada AIPAC, super PAC-nya United Democracy Project, serta komite aksi politik pro-“Israel” lainnya. Sebagian di antaranya juga menyumbang kepada organisasi-organisasi yang terkait dengan aktivitas pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Selain itu, media Eropa melaporkan bahwa sejumlah donor ELNET mendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut The Intercept, di antara para penyumbang terbesar sejak tahun 2022 adalah William Davidson Foundation, Newton and Rochelle Becker Charitable Trust, serta Ocean State Job Lot Charitable Foundation. Pendanaan signifikan lainnya berasal dari yayasan keluarga, perwalian filantropi nasional, dan federasi Yahudi di kota-kota besar Amerika Serikat. Banyak dari sumbangan tersebut disalurkan melalui donor-advised funds (DAF), yang memungkinkan para donor memperoleh keuntungan pajak sambil tetap anonim.
Bella DeVaan dari Institute for Policy Studies menjelaskan bahwa mekanisme tersebut merupakan cara untuk menghapus jejak nama dari sumbangan yang dapat dipandang kontroversial atau yang ingin dirahasiakan secara publik. Ia mempertanyakan apakah masyarakat seharusnya memberikan keringanan pajak untuk memperbesar pengaruh para donor di seluruh dunia.
Para pengkritik berpendapat bahwa penggunaan DAF mengaburkan dampak politik dari sumbangan amal, sekaligus secara efektif mensubsidi lobi internasional dengan uang publik. DeVaan menegaskan bahwa untuk setiap sumbangan yang diberikan oleh individu ultra-kaya, pembayar pajak rata-rata turut menanggung sekitar 74 sen untuk setiap dolar yang disumbangkan.
Laporan The Intercept ini muncul di tengah tekanan yang saling bertentangan yang dihadapi pemerintah-pemerintah Eropa, antara gelombang demonstrasi massal yang menuntut pertanggungjawaban atas genosida di Gaza dan hubungan politik serta ekonomi yang mengakar kuat dengan “Israel”. Dalam beberapa tahun terakhir, tekanan publik telah menghasilkan perbedaan sikap yang semakin jelas di Eropa. Spanyol dan Irlandia secara resmi mengakui negara Palestina pada Mei 2024, bersama Norwegia, sementara Slovenia mengambil langkah serupa tidak lama kemudian. Namun, sejumlah ibu kota besar Eropa lainnya menolak pengakuan tersebut, menunjukkan ketidakseragaman respons di dalam blok tersebut.
ELNET juga aktif di dalam institusi-institusi Eropa sejak 7 Oktober, dengan mengatur pemutaran tayangan serangan bagi para legislator, memfasilitasi pertemuan dengan keluarga sandera Israel, serta menyelenggarakan perjalanan ke “Israel” bagi ratusan pejabat dan tokoh opini Eropa. Dalam seruan penggalangan dana pada Oktober 2023, organisasi tersebut menulis bahwa keselarasan Eropa dengan Amerika Serikat dalam mendukung “Israel” merupakan pencapaian besar dan cerminan dari kerja krusial ELNET, seraya menegaskan bahwa prioritasnya adalah memastikan dukungan militer dan diplomatik Eropa yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap “Israel” tetap kuat selama perang berlangsung hingga Hamas diberantas.
ELNET juga menyoroti perannya dalam mendorong adopsi definisi antisemitisme dari International Holocaust Remembrance Alliance di seluruh Eropa, sebuah definisi yang menurut para kritikus mencampuradukkan penentangan terhadap kebijakan Israel dengan antisemitisme. Selain itu, ELNET mendorong pemerintah-pemerintah Eropa untuk membatasi aksi-aksi pro-Palestina dan mendukung resolusi-resolusi yang membenarkan tindakan militer “Israel”.
Sebelas hari setelah 7 Oktober, ELNET membawa para penyintas Israel untuk berbicara di Parlemen Eropa. Keesokan harinya, lembaga tersebut meloloskan resolusi yang menyerukan “jeda kemanusiaan” di Gaza, sambil menegaskan kembali hak “Israel” untuk membela diri dan menyerukan penghapusan Hamas. Dalam laporan tahunannya, ELNET menyatakan bahwa sehari setelah para penyintas Israel berbicara di Parlemen Eropa, sebuah resolusi yang belum pernah terjadi sebelumnya disahkan untuk mendukung hak “Israel” atas pembelaan diri dan menyerukan penghapusan Hamas.
Menurut The Intercept, Boylan menilai bahwa pengaruh para donor Amerika Serikat terhadap pengambilan keputusan Eropa menimbulkan persoalan demokrasi yang mendasar. Ia mengatakan bahwa hal tersebut menunjukkan betapa institusi-institusi Eropa terputus dari kehendak warga mereka sendiri terkait genosida di Gaza, di mana keprihatinan publik diabaikan demi organisasi-organisasi yang secara khusus dibentuk untuk membela “Israel” dalam segala keadaan.
Selain itu, ELNET mengoperasikan cabang-cabang di berbagai negara Eropa, termasuk Jerman, Prancis, Italia, dan Inggris, serta kantor-kantor yang berfokus pada institusi Uni Eropa dan NATO. Pengungkapan keuangan menunjukkan bahwa Friends of ELNET secara bertahap meningkatkan dana yang disalurkannya ke cabang-cabang tersebut, meskipun perbedaan aturan transparansi di berbagai negara Eropa membuat cakupan penuh pendanaannya sulit dilacak.
Sumber berita: The Intercept
Sumber gambar: Times of Israel



