Skip to main content

Latihan anti-teror “Sahand 2025” yang digelar di Iran kembali menarik perhatian setelah foto-foto pelatihan taktis pasukan khusus Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggunakan drone bunuh diri dipublikasikan pada Senin, 1 Desember 2025. Latihan bersama negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) itu berlangsung di wilayah operasi Brigade Mekanik Imam Zaman (AS) di Provinsi Azerbaijan Timur, diselenggarakan oleh Angkatan Darat Garda Revolusi.

Dalam latihan tersebut, tampak penggunaan teknologi drone serang untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan meningkatkan keterampilan operasional. Manuver ini sekaligus menegaskan fokus Iran dalam mengintegrasikan teknologi mutakhir dalam operasi tempur modern.

Pelaksanaan “Sahand 2025” memperdalam kerja sama militer dan pertahanan antara Iran dan negara-negara anggota SCO, termasuk Rusia, Tiongkok, India, serta sejumlah negara Asia Tengah. Manuver ini menjadi bukti kesiapan Iran memainkan peran sebagai mitra pertahanan dalam kerangka SCO, sekaligus menonjolkan kemampuannya menjaga rute energi dan stabilitas kawasan.

Latihan anti-teror yang melibatkan seluruh sepuluh negara anggota SCO ini terus berlanjut dengan berbagai skenario untuk meningkatkan koordinasi dan berbagi pengalaman lapangan. Brigadir Jenderal Noushad Abdari, komandan lapangan manuver Sahand 2025, menjelaskan bahwa tim militer dari Iran, Belarus, dan Uzbekistan telah memasuki fase taktis latihan bersama. Mereka melaksanakan operasi pengintaian, pemantauan, pengejaran musuh, pembebasan sandera, serta pembersihan area dari ancaman secara terkoordinasi.

Manuver ini dinilai membantu transfer pengalaman Iran dalam penanggulangan terorisme kepada negara-negara peserta sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai ancaman lintas batas.

Wakil Hubungan Masyarakat Angkatan Darat IRGC, Kolonel Shahram Askarian, menyampaikan bahwa latihan “Sahand 2025” berjalan sesuai rencana awal, dengan partisipasi unit-unit militer dalam berbagai latihan terpadu untuk meningkatkan kesiapan dan koordinasi. Para komandan dari negara peserta turut memantau skenario lapangan demi memastikan efektivitas operasional.

Dalam latihan ini, layanan logistik dan medis memegang peran penting. Mobilisasi cepat peralatan, penyediaan dukungan medis penuh, serta manajemen sumber daya menjadi faktor utama dalam mempertahankan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap situasi apa pun di medan operasi. Asisten Urusan Medis Angkatan Darat IRGC, Kolonel Dr. Rasoul Sadeghi, menegaskan bahwa pasukan Garda menyediakan layanan perawatan dan dukungan medis komprehensif, dengan kemampuan untuk mengerahkan rumah sakit lapangan dan perlengkapan medis canggih secara cepat.

Dengan menjadi tuan rumah latihan berskala besar ini, Iran kembali menegaskan posisinya sebagai mitra tepercaya dan kekuatan yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan regional, sambil menegaskan bahwa keamanan kolektif hanya dapat dicapai melalui kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme yang tidak mengenal batas.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Defa Press