Skip to main content

Kementerian Luar Negeri Yaman mengecam pada Selasa, 16 Desember 2025, eskalasi berkelanjutan Amerika Serikat terhadap Venezuela, termasuk penutupan wilayah udaranya dan penyitaan sebuah kapal tanker minyak.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Yaman menegaskan bahwa langkah-langkah Amerika Serikat terhadap Venezuela merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta hukum internasional. Kementerian memperingatkan bahwa pendekatan bermusuhan Washington tidak hanya menargetkan Venezuela, tetapi juga mengancam stabilitas kawasan Karibia serta merusak perdamaian dan keamanan internasional.

Pernyataan tersebut dikeluarkan menyusul penyitaan kapal tanker minyak Skipper oleh Amerika Serikat di lepas pantai Venezuela pada 10 Desember 2025. Operasi tersebut dilakukan secara dramatis dengan melibatkan Penjaga Pantai AS, Biro Investigasi Federal (FBI), serta sejumlah kekuatan keamanan lainnya untuk mencegat kapal yang membawa minyak mentah Venezuela dan masuk dalam daftar sanksi. Langkah ini menandai peningkatan tajam dalam kampanye tekanan Washington terhadap Caracas dan menyebabkan gangguan signifikan terhadap pengiriman minyak Venezuela.

Kapal Skipper diketahui mengangkut sekitar 1,8 juta barel minyak mentah berat ketika personel Amerika Serikat menaikinya sesaat sebelum masa berlaku surat perintah pengadilan berakhir. Pemerintah Venezuela mengecam tindakan tersebut sebagai pembajakan dan perampasan ilegal atas sumber daya nasionalnya.

Pejabat Amerika Serikat kemudian menyatakan bahwa Washington tengah bersiap menyita kapal-kapal tanker lain yang mengangkut minyak Venezuela yang berada di bawah sanksi. Ancaman ini memicu ketidakpastian di sektor pelayaran global, sementara banyak kapal tanker dilaporkan terpaksa berlabuh di perairan sekitar pelabuhan Venezuela karena kekhawatiran akan intersepsi lebih lanjut.

Dalam konteks yang sama, kantor berita Reuters melaporkan pada 12 Desember 2025 bahwa Amerika Serikat sedang mempersiapkan penyitaan tambahan terhadap sejumlah kapal tanker minyak Venezuela. Enam sumber yang mengetahui masalah tersebut mengungkapkan bahwa Washington telah menyusun daftar kapal yang berpotensi menjadi target penyitaan.

Ancaman penyitaan lanjutan ini merupakan bagian dari strategi Amerika Serikat untuk semakin menekan sumber pendapatan sektor minyak Venezuela. Langkah tersebut dinilai meningkatkan ketegangan di kawasan Karibia dan memicu kekhawatiran luas di kalangan pakar hukum internasional dan pelayaran mengenai dampaknya terhadap perdagangan global serta stabilitas kawasan.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: AVA