Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi akan mengunjungi Paris pada Rabu, 26 November 2025, atas undangan pemerintah Prancis untuk membahas sejumlah isu, termasuk program nuklir Iran. Araqchi akan tiba di ibu kota Prancis dari Belanda, tempat ia menghadiri pertemuan tahunan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia. Paris memandang kunjungan ini sebagai kesempatan untuk mendesak Iran melanjutkan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Sebuah dinamika baru mulai muncul di panggung diplomatik terkait program nuklir Iran dan hubungan Teheran dengan IAEA, yang berpotensi mengubah arah perkembangan isu tersebut. Di tengah keteguhan Iran pada pendekatannya yang didasarkan pada penghormatan terhadap kedaulatan nasional dan penolakan terhadap tekanan Barat, Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi melakukan kunjungan ke Paris pada Selasa, 25 November 2025, atas undangan resmi Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot. Kunjungan ini berlangsung pada momentum sensitif ketika Iran menegaskan kembali kesiapan untuk melakukan dialog konstruktif setiap kali terdapat kemauan politik yang nyata dari pihak Barat.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa program nuklir Iran akan menjadi agenda utama dalam dialog antara Araqchi dan Barrot, sambil menyatakan bahwa Teheran mengikuti kebijakan saling menghormati dalam berhubungan dengan negara lain dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyampaikan posisi serta tuntutan sah rakyat Iran.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan bahwa Barrot akan mengadakan pembicaraan dengan Araqchi di Paris dan menekankan bahwa pertemuan tersebut akan membahas program nuklir Iran. Prancis menganggap pertemuan itu sebagai kesempatan untuk menyerukan agar Iran memenuhi apa yang disebut sebagai kewajibannya terhadap IAEA dan segera melanjutkan kerja sama dengan badan tersebut.
Perlu dicatat bahwa Teheran menegaskan perjanjian antara Iran dan IAEA tidak lagi berlaku setelah Dewan Gubernur badan tersebut mengadopsi resolusi terhadap Iran dengan dukungan negara-negara Barat, termasuk Prancis.
Pengumuman terkait pertemuan antara Araqchi dan Menlu Prancis mengenai berkas nuklir ini dipandang sebagai bagian dari upaya diplomatik terbaru yang dapat menentukan arah hubungan Iran dengan lembaga internasional terkait energi nuklir.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Al Arabiya



