Kepala Dewan Eksekutif Hizbullah, Syaikh Ali Damoush, menegaskan bahwa gugurnya komandan Haitham Tabatabai tidak akan melemahkan gerakan perlawanan, melainkan semakin mengokohkan tekad menghadapi agresi Israel terhadap Lebanon.
Dalam prosesi pemakaman Tabatabai—yang dikenal sebagai Abu Ali al-Tabtabai—beserta para sahabatnya di wilayah selatan Beirut, Damoush menyampaikan bahwa sang komandan adalah “lelaki medan selama lebih dari tiga dekade,” serta salah satu tokoh yang berperan dalam operasi-operasi awal, pembentukan garis pertahanan, dan jalannya pembebasan wilayah selatan Lebanon.
Ia menjelaskan bahwa Tabatabai juga memegang peran sentral dalam Pertempuran Uli al-Ba’s, terutama ketika pasukan pendudukan berupaya melakukan serangan darat terakhir ke arah selatan. Setelah gencatan senjata, al-Tabtabai lanjut bertugas dalam struktur perencanaan, pembangunan kemampuan, dan penyusunan strategi konfrontasi Hizbullah.
Damoush menyatakan bahwa Hizbullah mengantar gugurnya Tabatabai dengan rasa “hormat dan kebanggaan,” serta menegaskan bahwa pembunuhan komandan senior tidak akan memaksa perlawanan menyerah. Ia menambahkan bahwa pihak pendudukan berada dalam keadaan gelisah menunggu respons, dan menurutnya kondisi tersebut wajar mengingat besarnya pelanggaran dan serangan yang dilakukan terhadap Lebanon.
Dalam pernyataannya, Damoush menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban untuk melindungi rakyatnya dan mempertahankan kedaulatan melalui kebijakan yang jelas serta penolakan terhadap tekanan asing. Ia menambahkan bahwa Hizbullah “tidak tertarik pada usulan atau mediasi politik apa pun selama pihak pendudukan tidak mematuhi gencatan senjata,” serta menilai bahwa berbagai kompromi yang diberikan pemerintah Lebanon sejauh ini belum menghasilkan perubahan.
Damoush menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa gerakan perlawanan memiliki cukup kader berpengalaman untuk mengisi setiap posisi kepemimpinan yang hilang. Ia menegaskan bahwa perjuangan perlawanan “akan terus berjalan meskipun harus menghadapi pengorbanan besar.”
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Press TV



