Skip to main content

Dalam konteks merespons agresi Israel dan membela Lebanon serta rakyatnya, Perlawanan Islam melaksanakan 48 operasi militer pada Jumat, 25 Oktober 2024. Sebagian besar operasi tersebut menargetkan permukiman, posisi militer, barak, serta konsentrasi pasukan Israel di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina menggunakan roket dan tembakan artileri.

Di sektor darat, sebuah unit Israel yang didukung tank Merkava berusaha maju menuju Houla. Setelah memasuki titik penyergapan, tank itu dihancurkan menggunakan rudal berpemandu, sementara pasukan pendukungnya dihantam rentetan senapan mesin dan roket, menimbulkan korban di pihak Israel.

Di sekitar Adaisseh, para pejuang menargetkan pasukan infanteri Israel dengan rudal berpemandu dan mencatat hantaman langsung. Saat sebuah kendaraan militer Hummer mencoba memberikan dukungan, kendaraan tersebut juga dihancurkan dengan rudal presisi, menewaskan dan melukai personel di dalamnya.

Di sektor Kfar Kila, dua unit infanteri Israel diserang dengan senjata yang sesuai dengan medan, menghasilkan konfirmasi korban.

Pada hari ini, para penembak anti-armor menghancurkan enam tank Merkava:

  • Tiga di sekitar Adaisseh
  • Satu di jalan menuju Markaba
  • Satu di sekitar Maroun al-Ras
  • Satu di dekat Mishkafa’am, wilayah pendudukan

Setelah pemantauan terhadap pergerakan pasukan Israel di sekitar Aytaroun, Markaba, Tayyiba, dan Houla, unit artileri dan rudal melancarkan serangan terkoordinasi menggunakan salvo roket, rudal berpemandu, dan tembakan artileri, menghasilkan hantaman langsung ke beberapa titik konsentrasi pasukan.

Unit roket Perlawanan juga menargetkan sejumlah kota dan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk:

  • Safed (Tzfat)
  • Katzrin, di Dataran Tinggi Golan yang diduduki
  • Karmiel di Galilea

Sebagai bagian dari Operasi Khaybar, rudal presisi diluncurkan menuju:

  • Pangkalan Carmel di selatan Haifa
  • Pangkalan udara Ramat David

Angkatan udara Perlawanan melancarkan serangan drone ke pangkalan militer Villon di timur Safed dan ke lokasi Al-Baghdadi, mengenai target secara akurat.

Unit pertahanan udara Perlawanan juga mencegat drone pengintai Israel tipe Hermes 450 di langit Nabatiyeh menggunakan rudal permukaan-ke-udara, memaksa drone tersebut keluar dari wilayah udara Lebanon.

Media dan sumber militer Israel mengakui bahwa lima tentara tewas dan dua puluh tiga lainnya luka-luka akibat serangan roket dan bentrokan di sepanjang front utara. Menteri Pertahanan Israel menggambarkan hari itu sebagai “hari yang sulit bagi Israel.”

Selama periode yang sama, sirene peringatan berbunyi 28 kali di berbagai wilayah Palestina yang diduduki, terutama di permukiman Galilea Hulu dan kawasan Haifa, mencerminkan intensitas operasi Perlawanan pada hari tersebut.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: The Herald Journal