Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Mohammad Ali Naeini, menegaskan bahwa jika perang pecah, musuh akan menghadapi kekuatan baru dari Republik Islam Iran dalam berbagai dimensi militer. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks pemaparan capaian pertahanan dan keamanan terbaru yang dikembangkan oleh IRGC.
Naeini menekankan bahwa Iran terus mencatat kemajuan signifikan di seluruh bidang militer, termasuk persenjataan, taktik, dan perencanaan strategis. Ia menyatakan bahwa Garda Revolusi tidak memiliki agenda lain selain memperkuat kemampuan pertahanan negara dan memastikan kesiapan penuh menghadapi segala skenario.
Menurutnya, apabila konflik bersenjata benar-benar terjadi, musuh tidak akan berhadapan dengan kemampuan lama Iran, melainkan dengan kekuatan baru yang telah berkembang di berbagai lini militer. Namun, ia menambahkan bahwa dampak nyata dari perkembangan tersebut baru akan terlihat di medan pertempuran, ketika musuh menyaksikan langsung hasil dari kemajuan tersebut.
Dalam konteks yang sama, Kepala Departemen Ilmu Politik Universitas Lebanon, Dr. Ghassan Melhem, menilai bahwa klaim Amerika Serikat mengenai kemampuan mereka untuk menetralkan atau meminggirkan Iran adalah sesuatu yang tidak rasional. Ia menegaskan bahwa secara geopolitik dan geostrategis, Iran merupakan kekuatan regional terbesar di kawasan.
Melhem menjelaskan bahwa ukuran wilayah Iran, jumlah penduduk, kekuatan militer, kapasitas ekonomi, serta tingkat pertumbuhan ekonominya menjadikan negara tersebut aktor utama yang tidak dapat diabaikan dalam perhitungan kekuatan regional. Ia menambahkan bahwa meskipun berada di bawah tekanan berat dalam berbagai bentuk, Iran tetap mempertahankan posisinya sebagai kekuatan dominan di kawasan.
Lebih lanjut, Melhem menilai bahwa berbicara tentang kemungkinan memarginalkan atau menyingkirkan Iran dari peran regionalnya merupakan kekeliruan besar. Menurutnya, Iran telah dan akan terus menjadi pilar utama dalam tatanan regional lama maupun baru. Ia menggambarkan tatanan regional yang sedang terbentuk sebagai sistem hibrida, di mana Amerika Serikat, bersama Israel melalui ambisi ekspansionisnya, berupaya memaksakan pengaruh terhadap keseimbangan dan persamaan kekuatan di kawasan.
Melhem menutup dengan menegaskan bahwa setiap pihak yang mengklaim atau meyakini bahwa peran dan pengaruh Iran di tingkat regional maupun internasional dapat dikurangi, telah melakukan kesalahan dalam membaca realitas politik dan strategis kawasan.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Tehran Times



