Skip to main content

Sebagai tanggapan atas agresi Israel yang terus berlanjut dan dalam pembelaan terhadap Lebanon serta rakyatnya, Perlawanan Islam pada Selasa, 15 Oktober 2024, melancarkan 24 operasi militer yang menargetkan permukiman, situs militer, barak, serta konsentrasi pasukan musuh di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina, menggunakan roket dan peluru artileri dalam serangan terkoordinasi.

Di medan konfrontasi darat, para mujahid Perlawanan terlibat dalam pertempuran heroik dengan pasukan Israel yang berusaha menyusup ke desa Ramya dan Rubb Thalathin. Dalam pertempuran tersebut, pasukan musuh menjadi sasaran tembakan roket dan artileri yang menghantam secara langsung, menimbulkan korban dan memaksa pasukan pendudukan untuk mundur dari wilayah tersebut.

Unit roket Perlawanan menargetkan sejumlah pangkalan militer, permukiman, dan kota di wilayah Palestina utara yang diduduki, dari Haifa dan Tel Aviv di barat hingga Dataran Tinggi Golan yang diduduki di timur, memperluas jangkauan operasi dan memperlihatkan kemampuan koordinasi lintas front yang semakin matang.

Sementara itu, unit pertahanan udara Perlawanan berhasil menembak jatuh dua drone pengintai Israel tipe “Hormuz 450” di Lebanon selatan — sebuah capaian penting yang menunjukkan efektivitas sistem pertahanan udara lokal yang dikembangkan di tengah tekanan udara musuh yang intens.

Dalam pernyataannya, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qassem, menegaskan bahwa pencapaian Perlawanan selama dua pekan terakhir telah melampaui perkiraan, dan bahwa misi Perlawanan adalah mengejar serta menargetkan musuh Israel di mana pun ia bergerak.

Media Israel mengakui bahwa Hizbullah menunjukkan tanda-tanda pemulihan kekuatan dalam beberapa hari terakhir, dan melaporkan bahwa 22 tentara Israel terluka dalam 24 jam terakhir selama bentrokan di sepanjang perbatasan dengan Lebanon — indikator jelas atas meningkatnya intensitas perlawanan dan ketahanan pasukannya.

Sepanjang hari itu, sirene peringatan udara berbunyi sebanyak 22 kali di berbagai wilayah Palestina yang diduduki, terutama di permukiman Galilea Hulu dan di sepanjang garis pesisir dari Ras al-Naqoura di utara hingga Haifa dan Tel Aviv di selatan, menandakan eskalasi berkelanjutan dan keberlanjutan operasi Perlawanan dalam menghadapi agresi pendudukan.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: The Arab Weekly