Skip to main content

Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengecam keras agresi Israel yang terus berlanjut terhadap desa-desa dan kota-kota di selatan Lebanon, dengan menyebut bahwa serangan terhadap warga sipil tak bersenjata merupakan kejahatan perang baru terhadap bangsa-bangsa di kawasan.

Pemimpin Hamas, Ali Baraka, menegaskan solidaritas penuh Hamas dengan Lebanon — negara, rakyat, dan gerakannya — serta menyerukan pentingnya menyatukan barisan, menghadapi agresi, dan menghentikan kejahatan pendudukan terhadap warga sipil.

Baraka juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa serta negara-negara Arab dan Islam untuk segera mengambil tanggung jawab dalam menghentikan agresi dan menuntut para pemimpin pendudukan atas kejahatan yang mereka lakukan.

Ia menekankan bahwa musuh Zionis tidak akan berhasil mematahkan tekad perlawanan atau memaksakan proyek ekspansionisnya, di tengah keteguhan rakyat di kawasan.

Komite Perlawanan Palestina dalam pernyataannya juga mengecam keras kejahatan dan agresi brutal Israel yang menargetkan wilayah Lebanon, menegaskan bahwa entitas Zionis dan para pemimpinnya yang berhaluan fasis telah menjadi ancaman besar bagi kemanusiaan, sekaligus memperkuat citra agresif dan kriminal dari entitas yang menyimpang itu.

Komite tersebut menjelaskan bahwa peningkatan agresi dan terorisme Israel di wilayah Lebanon merupakan pesan jelas bagi seluruh komponen bangsa dan masyarakat bebas di dunia tentang pentingnya mengambil tanggung jawab untuk menghadapi fasisme dan nazisme Zionis, yang menargetkan rakyat merdeka dengan dalih palsu demi memaksakan hegemoni Israel.

Pernyataan itu menegaskan bahwa agresi yang terus meningkat terhadap rakyat Lebanon dan perlawanan mereka tidak akan mampu mematahkan tekad bangsa Lebanon maupun gerakan perlawanan, yang sepanjang sejarah telah membuktikan kemampuannya mengalahkan entitas Zionis serta menghancurkan kesombongan dan arogansinya.

Komite Perlawanan Palestina kembali menyatakan solidaritas penuh dengan rakyat Lebanon yang bersaudara dan perlawanan Islam yang gagah berani, terutama Hizbullah, dengan menegaskan bahwa perjuangan dan upaya untuk menahan agresi merupakan hak asasi yang dijamin oleh semua piagam internasional dan PBB.

Gerakan Jihad Islam di Palestina turut mengecam serangan berkelanjutan yang dilakukan oleh entitas pendudukan terhadap wilayah Lebanon dan eskalasinya yang berbahaya, dengan menyebut hal itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Lebanon, agresi terbuka terhadap rakyatnya, pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan perjanjian gencatan senjata, serta kelanjutan dari kebijakan sistematis penindasan yang dilakukan oleh negara pendudukan terhadap Lebanon dan rakyatnya.

Gerakan tersebut menegaskan dukungan teguh bagi Lebanon, rakyatnya, dan gerakan perlawanan, serta menegaskan kembali dukungan penuh terhadap hak-hak nasional Lebanon.

Jihad Islam menegaskan bahwa rakyat Lebanon memiliki hak sah dan wajar untuk membela tanah dan kedaulatan mereka, serta hak untuk menghadapi agresi dengan segala cara yang tersedia.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: Times of Israel