Sebagai tanggapan atas agresi Israel yang terus berlanjut terhadap Lebanon dan rakyatnya, Perlawanan Islam melancarkan 13 operasi militer pada Rabu, 9 Oktober 2024, hari ketujuh belas sejak dimulainya pertempuran di front selatan. Sebagian besar operasi tersebut menargetkan permukiman, pos militer, barak, serta titik konsentrasi pasukan pendudukan Israel di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina, menggunakan roket dan peluru artileri.
Dalam pertempuran darat, para mujahidin melaksanakan serangkaian operasi taktis terhadap pasukan musuh. Sebuah alat peledak diledakkan dan diikuti tembakan roket bertubi-tubi ke arah unit Israel yang berusaha menyusup ke kota Blida, menimbulkan korban di pihak pasukan pendudukan. Upaya lain untuk maju ke arah Lubouneh dan Mais al-Jabal berhasil digagalkan melalui tembakan artileri dan rudal berpemandu, yang menimbulkan kerugian dan memaksa pasukan Israel mundur.
Di Ras al-Naqoura, para pejuang menggagalkan dua percobaan penyusupan menuju wilayah Mushairfeh dengan tembakan roket presisi dan serangan drone, yang berhasil menghantam sasaran dengan akurat. Mereka juga menargetkan kumpulan pasukan musuh di bagian selatan Maroun al-Ras, di Kroum al-Marrah di wilayah Mais al-Jabal, serta di ketinggian Qalaa di Blida, menghasilkan serangan langsung ke posisi musuh.
Sementara itu, pasukan roket Perlawanan Islam melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer, permukiman, dan kota di wilayah Palestina utara yang diduduki, mulai dari pinggiran Haifa di barat hingga Safed di timur, termasuk permukiman di Dataran Galilea Hulu.
Pihak pendudukan Israel mengakui bahwa 38 tentaranya terluka dalam bentrokan dengan Hizbullah, tiga di antaranya dalam kondisi kritis. Media Israel melaporkan bahwa setelah tiga pekan pertempuran sengit, Hizbullah masih dianggap sebagai kekuatan militer yang tangguh dan terorganisasi. Menurut laporan media berbahasa Ibrani, Hizbullah menembakkan sekitar 160 roket ke arah Kiryat Shmona, Safed, dan Krayot, menewaskan dua pemukim di Kiryat Shmona serta memicu kebakaran besar di wilayah itu. Wali kota Kiryat Shmona menyerukan agar warga yang tersisa segera meninggalkan permukiman tersebut.
Sebuah penyelidikan Divisi ke-98 Israel atas salah satu pertempuran yang melibatkan unit-unitnya mengungkap bahwa pasukan Hizbullah kini menggunakan amunisi berdaya hancur tinggi yang mampu menembus lapisan pelindung keramik pada rompi tempur tentara Israel.
Sepanjang hari, sirene peringatan udara berbunyi sebanyak 25 kali di berbagai kawasan Palestina utara yang diduduki, mulai dari kota Haifa dan Krayot di barat hingga Safed dan sekitarnya di timur, serta di sebagian besar permukiman Dataran Galilea Hulu, menandakan intensitas konfrontasi yang terus meningkat.
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: MTV


