Skip to main content

Dalam menanggapi agresi Israel dan untuk membela Lebanon beserta rakyatnya, Perlawanan Islam melancarkan dua puluh tiga operasi militer pada Jumat, 4 Oktober 2024. Operasi-operasi tersebut, yang sebagian besar menargetkan posisi pasukan musuh Israel dan konsentrasi tentaranya di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina, dilakukan menggunakan roket dan tembakan artileri.
Di lapangan, para pejuang perlawanan menghadapi pasukan Israel yang berupaya menyusup ke kota Maroun al-Ras. Mereka meledakkan tiga alat peledak terhadap pasukan yang bergerak maju sebelum terlibat baku tembak dengan senapan mesin dan tembakan langsung. Di sekitar kota Yaroun, para pejuang perlawanan dengan gagah berani menghadapi pasukan Israel lain yang berusaha menyusup ke kota tersebut. Mereka juga menghancurkan sebuah tank Merkava di dekat lokasi al-Malikiyah dengan rudal berpemandu. Selain itu, para pejuang perlawanan menargetkan kumpulan kendaraan dan tentara musuh Israel di dataran Maroun al-Ras dengan tembakan artileri, menimbulkan korban yang telah dikonfirmasi.
Secara bersamaan, pasukan roket perlawanan melancarkan rentetan serangan intensif yang menargetkan sejumlah pangkalan militer, permukiman, dan kota-kota di Palestina utara yang diduduki, mulai dari Krayot di barat hingga Katzrin di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki di timur.
Dalam konteks ini, surat kabar Israel Yediot Aharonot melaporkan bahwa roket-roket jatuh di permukiman Kiryat Shmona, salah satunya mengenai sebuah bangunan secara langsung. Media tersebut mencatat bahwa selama empat hari pertama pertempuran di Lebanon selatan, tentara Israel menyadari bahwa para pejuang Hizbullah tidak hanya mengandalkan serangan roket jarak jauh, tetapi juga terlibat dalam pertempuran langsung. Unit pasukan terjun payung Israel melaporkan enam kali bentrokan jarak dekat dengan para pejuang Hizbullah.
Dalam perkembangan penting, laman berita Israel Walla melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terpaksa berlindung di rumahnya di Caesarea, selatan Haifa, setelah Hizbullah menembakkan roket ke daerah tersebut yang memicu sirene serangan udara.
Sirene berbunyi sebanyak tiga puluh enam kali di wilayah pendudukan, khususnya di jalur pesisir yang membentang dari permukiman Nahariya hingga Binyamina di selatan kota Haifa yang diduduki, serta di kawasan sekitar Danau Tiberias dan daerah Galilea Panhandle.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: Vox