Skip to main content

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengonfirmasi bahwa putaran ketiga negosiasi tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa telah mencatat kemajuan luar biasa. Dalam keterangannya pada Kamis malam, 26 Februari 2026, setelah penutupan sesi tersebut, Abbas Araqchi mendeskripsikan pertemuan ini sebagai salah satu putaran yang paling serius dan panjang. Pembicaraan berlangsung selama berjam-jam, termasuk diskusi intensif selama empat jam pada pagi hari dan dua jam pada sore hari, di mana pesan-pesan disampaikan secara tidak langsung melalui bantuan Menteri Luar Negeri Oman Badr Al Busaidi.

Abbas Araqchi menjelaskan bahwa selama jam-jam intensif tersebut, kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang baik dan mulai memasuki elemen-elemen inti dari kemungkinan kesepakatan, baik yang berkaitan dengan berkas nuklir maupun pencabutan sanksi. Meskipun perbedaan pendapat masih ada pada beberapa isu, ia menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dalam proses negosiasi. Abbas Araqchi menekankan bahwa tingkat keseriusan kedua belah pihak kini terlihat jauh lebih jelas dibandingkan sebelumnya, yang mencerminkan tumbuhnya keinginan untuk mencapai solusi yang dinegosiasikan. Sebagai tindak lanjut, tim teknis dijadwalkan mulai bekerja pada hari Senin depan di Wina, Austria, bertempat di markas besar Badan Energi Atom Internasional, guna melakukan tinjauan teknis dan merumuskan kerangka kerja spesifik terkait isu-isu yang masih belum terselesaikan.

Terkait masalah sanksi, Abbas Araqchi menjelaskan bahwa Teheran telah memaparkan tuntutannya secara rinci, termasuk membahas isu-isu yang berkaitan dengan Dewan Keamanan PBB. Melalui unggahan di platform X, ia menambahkan bahwa tim teknis akan bekerja secara paralel dengan jalur politik, dan misi mereka dianggap sama pentingnya dengan misi tim politik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kesultanan Oman atas mediasi yang efektif serta kepada Swiss yang telah menjadi tuan rumah perundingan tersebut. Selain itu, keikutsertaan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi disebut memberikan kontribusi teknis yang sangat berguna bagi kelancaran diskusi.

Menteri Luar Negeri Oman Badr Al Busaidi turut mengonfirmasi pada Kamis malam bahwa perundingan telah berakhir dengan kemajuan signifikan. Ia menyatakan bahwa negosiasi akan dilanjutkan dalam waktu dekat setelah masing-masing pihak melakukan konsultasi di ibu kota mereka. Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hamid Baghaei mengungkapkan bahwa proposal yang sangat penting dan praktis telah diajukan, mencakup bidang nuklir dan pencabutan sanksi. Fokus utama dari proposal Iran adalah menangani kekhawatiran Amerika Serikat melalui jalur teknis dan data yang membuktikan bahwa Teheran tidak menginginkan senjata nuklir, sembari tetap mempertahankan transparansi di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional.

Seorang pejabat senior Iran menyatakan kepada Al Jazeera bahwa solusi yang diusulkan oleh Teheran mencakup pengurangan stok uranium ke tingkat pengayaan rendah, namun dengan tegas menolak gagasan mengenai penghapusan pengayaan uranium selamanya, pembongkaran fasilitas nuklir, atau pemindahan stok uranium keluar negara. Pejabat tersebut juga menekankan bahwa proposal di Jenewa sama sekali tidak menyentuh sistem rudal atau program pertahanan Iran. Dengan berpindahnya proses ini ke tahap teknis di Wina, perundingan dianggap telah mencapai level keseriusan yang lebih tinggi dalam upaya merumuskan kesepakatan komprehensif pada putaran-putaran mendatang.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Al Jazeera