Sebuah pasukan Israel yang terdiri dari beberapa kendaraan militer menyusup ke kota perbatasan Blida di Lebanon selatan pada Kamis dini hari, 30 Oktober 2025, dan menyerbu gedung sementara balai kota.
Penyerbuan tersebut disertai oleh keberadaan drone-drone Israel yang terbang di atas kota, sementara suara tembakan terdengar selama operasi berlangsung. Pemerintah Kota Blida kemudian mengonfirmasi bahwa salah satu pegawainya, Ibrahim Salameh, yang bermalam di dalam gedung, dibunuh oleh pasukan Israel saat ia sedang tidur.
Menurut pernyataan resmi pemerintah kota, pasukan pendudukan menembak Salameh tanpa peringatan, mengeksekusinya di tempat.
Unit-unit Tentara Lebanon segera dikerahkan ke area yang berhadapan langsung dengan posisi pasukan pendudukan. Pasukan tambahan dikirim ke Blida, dan tentara kemudian mengepung area sekitar balai kota setelah pasukan Israel mundur dari lokasi.
Koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa pasukan Israel bertahan di dalam gedung selama kurang lebih dua jam. Sebelum mundur, mereka mengirimkan peringatan melalui UNIFIL, menuntut agar gedung tersebut dikosongkan setelah tentara Lebanon dan warga setempat memasukinya.
Koresponden juga memastikan bahwa pasukan UNIFIL tidak memasuki kota selama maupun setelah insiden tersebut.
Penyerbuan ini menambah daftar panjang pelanggaran berulang Israel terhadap kedaulatan Lebanon, yang dalam beberapa bulan terakhir meluas tidak hanya ke wilayah Lebanon selatan, tetapi juga Lembah Bekaa dan pinggiran selatan Beirut.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Roya News



