Ketua Mahkamah Agung Iran Gholam Hossein Mohseni Ejei menegaskan bahwa proses peradilan dan pemberian hukuman bagi pihak-pihak yang terlibat dalam penghasutan kerusuhan, tindakan terorisme, serta sabotase akan dilaksanakan secara tegas dalam waktu sesingkat mungkin. Dalam pertemuan dengan jajaran hakim dan staf yudisial di Provinsi Bushehr pada Rabu, 21 Januari 2026, Gholam Hossein Mohseni Ejei menjamin bahwa penegakan hukum tersebut akan tetap memegang teguh prinsip keadilan dan hukum nasional Iran. Ia menyatakan bahwa kerusuhan yang terjadi baru-baru ini merupakan kelanjutan dari konspirasi musuh yang telah berlangsung sejak Perang Dua Belas Hari, di mana pihak asing salah mengira bahwa Republik Islam Iran telah berakhir.
Gholam Hossein Mohseni Ejei secara eksplisit menyamakan taktik yang digunakan para perusuh dengan metode intimidasi yang dilakukan oleh kelompok teroris ISIS. Menurutnya, dalam fitnah atau hasutan terbaru ini, musuh menggunakan kekerasan dalam berbagai dimensi dan cakupan, termasuk instruksi untuk melakukan tindakan keji seperti membakar individu serta menyerang pembela keamanan guna meneror masyarakat luas. Ia mengungkapkan bahwa perintah dari Amerika Serikat dan entitas Zionis mencakup serangan terhadap masjid, tempat suci, dan pusat-pusat pendidikan sebelum menyasar pangkalan militer. Pola ini, menurut Gholam Hossein Mohseni Ejei, membuktikan bahwa Amerika Serikat adalah dalang utama yang menggerakkan antek-anteknya untuk bertindak di luar batas kemanusiaan demi menggulingkan stabilitas negara.
Kepala Yudisial Iran tersebut mengirimkan pesan keras kepada pihak yang ia sebut sebagai musuh pengkhianat, terutama Amerika Serikat dan presidennya, agar tidak beranggapan bahwa tekanan serta bombardir propaganda akan memaksa rakyat Iran untuk mundur. Ia menegaskan bahwa bangsa Iran tidak akan melepaskan keyakinan dan agama mereka, serta tetap setia pada prinsip patriotisme. Gholam Hossein Mohseni Ejei memastikan bahwa dalam proses pengambilan keputusan hukum terhadap elemen utama kerusuhan, tidak akan ada favoritisme atau toleransi sedikit pun. Namun, ia juga menekankan pentingnya membedakan antara individu yang tertipu dengan elemen utama perusuh guna memastikan tidak ada ketidakadilan yang bertentangan dengan syariat dan hukum yang berlaku.
Meskipun aparat keamanan, intelijen, kepolisian, militer, dan yudisial telah bekerja keras siang dan malam selama hari-hari penuh fitnah tersebut, Gholam Hossein Mohseni Ejei menyatakan bahwa kekuatan utama yang mematahkan punggung konspirasi musuh adalah kehadiran jutaan rakyat dalam pawai epik pada Senin, 12 Januari 2026. Partisipasi massa yang masif tersebut dianggap sebagai bukti nyata dukungan rakyat terhadap kedaulatan negara dan penolakan terhadap kekerasan yang disponsori asing. Gholam Hossein Mohseni Ejei menegaskan bahwa loyalitas rakyat Iran inilah yang menjadi benteng terakhir yang menggagalkan upaya Amerika Serikat untuk menciptakan kekacauan serupa dengan yang terjadi di Irak dan Suriah melalui tangan-tangan agen bayaran mereka.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: IranWire



