Skip to main content

Koresponden Al-Alam di Ramallah, Fares al-Sarfandi, melaporkan bahwa kota Sarif, dekat Hebron yang diduduki, mengalami penggerebekan besar-besaran. Pasukan pendudukan Israel menyerbu kota tersebut dan mengubah salah satu sekolahnya menjadi barak militer serta pusat interogasi lapangan. Pasukan pendudukan menginterogasi lebih dari seratus penduduk Palestina dari kota itu.

Koresponden kami menambahkan bahwa kota Qabatiya, dekat Jenin, juga mengalami operasi militer besar hari ini, dan untuk hari ketiga berturut-turut diberlakukan jam malam yang melarang warga Palestina bergerak di dalam kota. Ramallah pun ditutup sepenuhnya dari seluruh pintu masuk, menyusul serangan yang dilakukan seorang pemuda Palestina di dekat permukiman Atarot, tidak jauh dari kota tersebut.

Ia menjelaskan bahwa dokumen bocor yang mengungkap dukungan Benjamin Netanyahu terhadap pendirian dan legalisasi pos-pos permukiman di Tepi Barat menunjukkan bahwa klaim pemerintah Israel sebelumnya mengenai pembongkaran pos-pos tersebut tidak benar. Ia menegaskan bahwa dokumen yang diungkap oleh surat kabar Israel Haaretz itu memastikan bahwa Netanyahu terlibat langsung dalam mendukung dan mendirikan pos-pos permukiman yang kerap dibangun di atas tanah milik pribadi warga Palestina. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Israel saat ini berada di balik seluruh tindakan agresi dan perampasan tanah yang dilakukan para pemukim di Tepi Barat.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Xinhua