Skip to main content

Komando Front Domestik Israel melaporkan bahwa sirene peringatan dini berbunyi nyaring di kota Eilat, wilayah Umm al-Rashrash di bagian selatan Palestina yang diduduki, menyusul adanya laporan dugaan penyusupan pesawat nirawak atau drone pada Selasa, 9 Juni 2026. Sejumlah media terkemuka Israel, termasuk surat kabar Israel Hayom, mengonfirmasi bahwa aktivasi sistem peringatan bahaya tersebut dilakukan setelah radar militer mendeteksi pergerakan satu unit drone yang diluncurkan dari wilayah Yaman menuju pusat kota pelabuhan tersebut.

Insiden udara ini terjadi dalam koridor ketegangan maritim yang akut, di mana Angkatan Bersenjata Yaman sebelumnya telah mengumumkan pemberlakuan larangan total dan menyeluruh terhadap semua bentuk navigasi maritim bagi kapal-kapal milik atau yang terafiliasi dengan Israel di sepanjang perairan Laut Merah. Otoritas militer di Sana’a mempertegas bahwa seluruh pergerakan aset pendudukan di Laut Merah kini telah dikategorikan sebagai target militer yang sah. Selain pengerahan drone ke sektor selatan, komando militer Yaman juga mengonfirmasi keberhasilan peluncuran serangkaian serangan rudal balistik ke arah target-target sensitif militer Israel di wilayah Jaffa yang diduduki, di mana operasi tersebut diklaim berhasil mencapai sasaran dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan bahwa rentetan operasi militer terarah ini berada di dalam kerangka defensif untuk melawan agresi gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyasar wilayah Iran, Palestina, Lebanon, Irak, hingga Yaman. Aksi bersenjata tersebut dinyatakan secara tegas sebagai bentuk penolakan mutlak terhadap proyek geopolitik Zionis yang berupaya mendirikan entitas Israel Raya di kawasan Timur Tengah.

Parlemen Yaman di Sana’a memberikan dukungan penuh dengan menjelaskan bahwa operasi militer yang dilancarkan oleh angkatan bersenjata Yaman bersama dengan militer Iran merupakan bagian integral dari persatuan front perlawanan. Langkah strategis ini dinilai sebagai satu-satunya cara konkret untuk mengakhiri arogansi militer Israel yang selama ini mencoba mendominasi kawasan secara sepihak tanpa memedulikan kedaulatan negara-negara tetangga.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency