Skip to main content

Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu, 6 Mei 2026, mengecam keras tindakan penguasa Abu Dhabi yang dituding bekerja sama dengan pihak-pihak yang memusuhi Republik Islam dengan terus memfasilitasi pangkalan dan peralatan militer mereka. Teheran memperingatkan konsekuensi serius dari langkah tersebut terhadap stabilitas kawasan, terutama setelah meningkatnya aktivitas provokatif militer Amerika Serikat dalam dua hari terakhir yang menggunakan kedok kemanusiaan untuk pergerakan angkatan laut mereka.

Dalam pernyataannya, Teheran menilai sikap pejabat Abu Dhabi telah bertentangan dengan prinsip bertetangga yang baik dan melanggar Piagam PBB melalui kerja sama terbuka dengan pihak agresor Amerika. Iran menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah menahan diri secara maksimal demi kepentingan kolektif kawasan dan umat Islam, meskipun keamanan nasionalnya terus terancam oleh keberadaan kekuatan asing di wilayah tetangga tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran juga menolak keras klaim Uni Emirat Arab (UEA) mengenai adanya peluncuran rudal dan drone dari wilayah Iran menuju UEA. Teheran menegaskan bahwa tindakan defensif angkatan bersenjata Iran hanya terbatas untuk menghadapi ancaman langsung dari Amerika Serikat. Markas Besar Pertahanan Udara “Khatam al-Anbiya” menyebut laporan kementerian pertahanan UEA mengenai serangan tersebut sebagai informasi yang sepenuhnya palsu dan tidak berdasar.

Iran menuntut Abu Dhabi untuk segera menghentikan kolaborasi dengan pihak-pihak yang melanggar hukum internasional dan menegaskan komitmennya terhadap prinsip hukum internasional serta hubungan baik antarnegara kawasan. Meskipun tetap mengedepankan jalur diplomasi, Iran menyatakan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna membela kedaulatan dan kepentingan nasionalnya jika provokasi tersebut terus berlanjut.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency