Skip to main content

Hizbullah melancarkan serangkaian operasi militer kualitatif pada Rabu, 15 April 2026, sebagai balasan atas agresi berkelanjutan terhadap wilayah Lebanon. Dalam operasi pertahanan udara, pejuang Hizbullah berhasil menjatuhkan pesawat nirawak (drone) canggih milik Israel jenis “Hermes 450-Zik” di langit kota Siddiqin menggunakan rudal permukaan-ke-udara. Selain itu, dua drone dengan jenis yang sama juga berhasil dicegat di wilayah udara Tyre dan pesisir Zahrani, sementara sebuah pesawat jet tempur pendudukan dipaksa menjauh saat melintas di langit Bekaa Barat setelah diincar dengan rudal serupa.

Di darat, pejuang perlawanan mengintensifkan serangan terhadap titik kumpul tentara dan kendaraan militer musuh di wilayah Al-Bayyada, Shama, serta bagian selatan kota Khiam menggunakan salvo roket dan artileri. Dalam sebuah operasi presisi, Hizbullah menggunakan helikopter untuk menjatuhkan bom tepat di kerumunan tentara pendudukan di sekitar kota perbatasan Naqoura, yang menyebabkan jatuh korban langsung di pihak lawan. Di tengah pertempuran sengit di Bint Jbeil, media Israel akhirnya mengakui bahwa 10 tentara dari Batalyon 101 Unit Pasukan Terjun Payung terluka parah akibat baku tembak jarak dekat dengan pejuang perlawanan.

Memasuki pukul 18.00, Hizbullah memperluas jangkauan serangan dengan meluncurkan gelombang roket simultan yang menghujani belasan pemukiman di utara Palestina yang diduduki, termasuk Kiryat Shmona, Metula, Misgav Am, hingga Nahariya. Serangan terkoordinasi ini dilakukan dalam tiga gelombang besar dalam waktu singkat, yang membuktikan kemampuan logistik dan koordinasi lapangan perlawanan yang tetap solid. Selain pemukiman, serangan kompleks menggunakan roket dan skuadron drone serbu juga menghantam pangkalan Shragah, yang berfungsi sebagai markas administratif Komando Brigade Golani di utara Acre.

Operasi perlawanan tidak berhenti di sana; infrastruktur militer di pemukiman Ma’alot-Tarshiha dan Karmiel turut menjadi sasaran pengeboman. Kawasan posisi artileri musuh di utara Beit HaEmek serta konsentrasi tentara di Shlomi juga tidak luput dari serangan kawanan drone serbu. Serangkaian aksi militer ini menegaskan komitmen Hizbullah untuk terus memberikan tekanan maksimal terhadap kekuatan militer pendudukan di sepanjang perbatasan dan jauh ke dalam wilayah pendudukan hingga serangan terhadap desa-desa di Lebanon dihentikan sepenuhnya.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Roya News