Skip to main content

Hingga hari keenam pertempuran pada Jumat, 6 Maret 2026, konfrontasi militer di Timur Tengah telah mencapai titik didih yang belum pernah terjadi sebelumnya. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengonfirmasi pelaksanaan gelombang ke-20 Operasi True Promise 4 dengan meluncurkan serangan gabungan yang sangat masif. Salah satu pencapaian strategis yang dilaporkan adalah penggunaan rudal balistik canggih “Khaibar Shekan” dengan hulu ledak klaster yang menghantam target-target vital di jantung kota Tel Aviv. Serangan ini tidak hanya memicu kerusakan signifikan pada infrastruktur militer, tetapi juga dilaporkan menyasar area strategis di sekitar kantor pemerintahan dan pusat pertahanan Israel sebagai bentuk balasan atas syahadah pemimpin tertinggi Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

Di wilayah perairan, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya melaporkan keberhasilan unit angkatan lautnya dalam memberikan pukulan telak terhadap kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Kapal induk tersebut dihantam langsung oleh drone penyerang saat berada pada jarak sekitar 340 kilometer dari perairan teritorial Iran di Laut Oman. Hantaman ini dilaporkan sangat merusak sehingga memaksa kapal induk beserta gugus tempur kapal perusaknya untuk melarikan diri dengan kecepatan tinggi. Data pemantauan militer menunjukkan bahwa armada tersebut kini telah mundur dan menjauh lebih dari 1.000 kilometer dari area konflik guna menghindari serangan lanjutan.

Selain serangan terhadap aset permukaan, keunggulan udara aliansi Amerika-Israel juga terus dipatahkan. Pertahanan udara Iran mengonfirmasi telah menembak jatuh sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat yang mencoba melakukan penetrasi wilayah. Di saat yang sama, sebuah drone canggih milik Israel tipe Heron berhasil dijatuhkan di atas langit Isfahan, menjadikannya drone “Hermes” dan “Heron” ke-28 yang berhasil dilumpuhkan sejak awal agresi. Pihak IRGC menegaskan bahwa total lebih dari 2.000 drone dan 600 rudal telah diluncurkan dalam beberapa hari terakhir untuk menyasar pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan, termasuk Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, Ali Al-Salem di Kuwait, Erbil di Irak, serta Markas Armada Kelima di Bahrain.

Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdullahi, menegaskan dalam pesan resminya bahwa angkatan bersenjata Iran telah mempersiapkan diri untuk skenario perang jangka panjang yang melelahkan. Ia memperingatkan bahwa berbagai inovasi senjata baru yang jauh lebih destruktif kini sedang dalam antrean untuk digunakan jika agresor tidak segera menghentikan tindakannya. Di sisi lain, blokade de facto di Selat Hormuz terus berlanjut, mengakibatkan kelumpuhan total pada jalur energi global dan melambungkan harga minyak dunia. Teheran telah memberikan pesan yang sangat jelas bahwa kedaulatan mereka tidak dapat dinegosiasikan dan setiap serangan terhadap fasilitas sipil serta pemukiman warga Iran akan dibalas dengan kekuatan yang berlipat ganda hingga musuh benar-benar menarik diri dari kawasan tersebut.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Times of Israel