Dewan kepemimpinan Sementara Iran mengadakan pertemuan keempat mereka pada hari Kamis, 5 Maret 2026, yang dipimpin langsung oleh Presiden Masoud Pezeshkian. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk meratakan jalan bagi pembentukan Dewan Ahli Kepemimpinan yang bertugas memilih pemimpin tertinggi negara berikutnya. Menurut laporan kantor berita IRNA, dewan tersebut menegaskan bahwa klaim Presiden AS Donald Trump mengenai masa depan kepemimpinan Iran hanyalah omong kosong. Mereka menekankan bahwa rakyat Iran yang besar akan memaksa musuh “Amerika-Zionis” bertekuk lutut melalui perlawanan dan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, memaparkan laporan komprehensif mengenai perkembangan terbaru di medan perang, yang kemudian diikuti dengan pengambilan keputusan krusial untuk memperkuat serta mendukung penuh angkatan bersenjata Iran. Sesuai dengan konstitusi Republik Islam, dewan kepemimpinan ini dibentuk untuk menjalankan tanggung jawab pemimpin tertinggi hingga suksesor resmi terpilih. Dewan ini terdiri dari tiga tokoh kunci, yaitu Kepala Kehakiman Sheikh Gholam Hossein Mohseni Ejei, Presiden Masoud Pezeshkian, dan Sheikh Ali Reza Arafi.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, turut memberikan pernyataan keras melalui platform X dengan menyebut bahwa Amerika Serikat sedang mempertaruhkan segala aset yang dimilikinya demi membela entitas kriminal Israel. Qalibaf memperingatkan bahwa siapa pun yang memiliki akal sehat tidak akan mau berpartisipasi dalam pembantaian ini. Ia juga memberikan peringatan keras kepada kelompok-kelompok separatis yang mencoba memanfaatkan situasi konflik, dengan menyatakan bahwa mereka akan dibuang ke tempat sampah sejarah jika berani melakukan tindakan bodoh yang merongrong kedaulatan negara.
Sentimen anti-agresor ini juga meledak di jalanan melalui demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Teheran dan berbagai kota besar lainnya sejak Kamis pagi. Massa yang memenuhi kota Mashhad, Ilam, serta wilayah provinsi lainnya menyuarakan penolakan terhadap serangan militer Amerika-Israel yang menargetkan fasilitas negara dan para pemimpin mereka. Demonstrasi harian ini menjadi simbol dukungan rakyat terhadap revolusi dan pemerintahan Iran, sekaligus sebagai bentuk penghormatan atas syahadah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang menjadi pemicu utama kemarahan nasional sejak agresi dimulai pada Sabtu pekan lalu.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Axios



