Skip to main content

Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyerukan kepada seluruh rakyat Iran untuk menanamkan rasa putus asa di hati para musuh melalui partisipasi dalam pawai peringatan kemenangan Revolusi Islam pada tanggal 22 Bahman atau 11 Februari mendatang. Dalam pesan televisi yang disampaikan kepada bangsa Iran menjelang peringatan ke-47 kemenangan revolusi yang dijuluki sebagai Hari Allah tersebut, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menekankan bahwa tanggal 22 Bahman setiap tahunnya merupakan hari yang melambangkan kemuliaan dan kekuatan rakyat Iran. Beliau menggambarkan bangsa Iran sebagai bangsa yang memiliki tekad kuat, teguh, setia, serta sadar akan kepentingan nasional maupun bahaya yang mengancam mereka.

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menambahkan bahwa pada hari bersejarah 22 Bahman tersebut, rakyat Iran berhasil meraih kemenangan besar dengan membebaskan diri dan negara mereka dari cengkeraman intervensi asing. Meskipun kekuatan asing telah mencoba selama bertahun-tahun untuk mengembalikan status quo seperti masa lalu, rakyat Iran tetap bertahan dan menjadikan 22 Bahman sebagai simbol perlawanan yang abadi. Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan bahwa pawai ini tidak tertandingi di dunia karena belum pernah ada negara mana pun yang merayakan hari kemerdekaan atau hari nasional mereka setelah puluhan tahun berlalu dengan pertemuan sebesar itu di seluruh pelosok negeri. Kehadiran rakyat yang dalam pawai ini membuktikan bahwa mereka mampu memaksa pihak-pihak yang menginginkan kekayaan dan kepentingan Republik Islam Iran untuk mundur secara teratur.

Dalam pesannya, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menekankan bahwa kekuatan nasional sebuah negara tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan rudal dan pesawat tempur, tetapi lebih utama berkaitan dengan semangat dan ketangguhan rakyatnya. Beliau meminta rakyat untuk kembali menunjukkan semangat dan ketangguhan tersebut dalam segala hal agar musuh benar-benar merasa putus asa. Menurut Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, selama musuh belum merasa putus asa, rakyat akan tetap rentan terhadap bahaya dan pelecehan. Keputusasaan musuh tersebut sangat bergantung pada persatuan rakyat, kekuatan intelektual, motivasi, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai hasutan asing yang merupakan pilar utama kekuatan nasional Iran.

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei juga menyatakan keyakinannya bahwa generasi muda Iran akan terus bergerak maju di segala bidang, mulai dari sains, pekerjaan, kesalehan, hingga kemajuan material dan spiritual demi mencapai kemuliaan. Hari 22 Bahman dianggap sebagai perwujudan dari semua kemajuan tersebut, di mana rakyat turun ke jalan, menyuarakan kebenaran, serta menyatakan solidaritas dan loyalitas mereka kepada Republik Islam. Sebagai penutup, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei berharap agar peringatan tahun ini semakin meningkatkan kebesaran bangsa Iran dan memaksa bangsa-bangsa lain untuk menghormati kebesaran rakyat Iran.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Tehran Times