Skip to main content

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengadakan serangkaian pertemuan krusial di Islamabad pada Sabtu, 25 April 2026, guna membahas perkembangan terbaru terkait gencatan senjata dan upaya mengakhiri agresi Amerika-Israel. Dalam diskusinya bersama Panglima Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, kedua belah pihak menekankan pentingnya kerja sama demi menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Barat. Araqchi menyampaikan apresiasi mendalam atas upaya mediasi Pakistan, sembari memberikan catatan serta observasi penting dari pihak Teheran mengenai kerangka gencatan senjata yang tengah berjalan.

Agenda diplomasi ini berlanjut dengan pertemuan antara Araqchi dan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang juga dihadiri oleh Menlu Mohammad Ishaq Dar serta Penasihat Keamanan Nasional Asim Malik. Dalam kesempatan tersebut, Araqchi menegaskan posisi istimewa Pakistan dalam kebijakan luar negeri Iran. Ia menekankan perlunya penghentian total perang yang dipaksakan terhadap negaranya, sekaligus mengecam keras kejahatan pendudukan di Palestina serta pelanggaran kedaulatan di Lebanon yang terus berlanjut. Perdana Menteri Sharif menyambut baik hal ini dan menyatakan tekad Pakistan untuk memperkuat koordinasi bilateral di tingkat regional maupun internasional.

Namun, di tengah upaya diplomasi ini, ketegangan komunikasi antara Teheran dan Washington tetap meruncing. Kantor berita Tasnim membantah keras klaim Gedung Putih yang menyebut Iran meminta dialog langsung dengan Amerika Serikat. Teheran menegaskan bahwa pernyataan tersebut adalah “kebohongan murni” dan distorsi fakta. Sejauh ini, Iran menolak semua permintaan negosiasi dari Washington karena menilai tuntutan Amerika semakin berlebihan dan penuh ambisi sepihak.

Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa dalam pertemuan di Islamabad, Araqchi telah memaparkan daftar tuntutan serta keberatan Iran terhadap prasyarat yang diajukan Amerika. Meskipun ada wacana mengenai putaran kedua pembicaraan di Islamabad untuk mencapai kesepakatan final, Iran bersikap sangat tegas: tidak akan ada perundingan baru selama militer Amerika Serikat masih memberlakukan blokade laut di pelabuhan dan pesisir pantai Iran. Pakistan sendiri menyatakan kesiapannya untuk terus menjadi mediator hingga hasil yang diinginkan tercapai, meski bayang-bayang kegagalan diplomasi tetap menghantui akibat kebuntuan posisi kedua belah pihak.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Al Jazeera