Skip to main content

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López pada Kamis, 23 Oktober 2025, menanggapi ancaman Amerika Serikat di Laut Karibia dengan menegaskan bahwa “setiap upaya untuk menggoyahkan bangsa Venezuela tidak akan berhasil di sini.”

López menjelaskan bahwa pihak Amerika “mungkin mengerahkan sejumlah personel CIA dalam operasi rahasia dari berbagai wilayah negara, tetapi setiap upaya semacam itu akan gagal, sama seperti usaha-usaha sebelumnya.”

Menteri tersebut menambahkan bahwa seluruh aktivitas dan manuver militer yang berlangsung di Venezuela bertujuan untuk mencapai “tingkat kesiapan optimal dalam menghadapi apa yang ia sebut sebagai ancaman militer terang-terangan yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap kawasan,” serta untuk melindungi negara itu dari setiap upaya yang dapat mengguncang ketertiban sipil di dalam negeri.

Ia juga menyebut bahwa Presiden Nicolás Maduro memberikan instruksi pada tengah malam untuk melaksanakan latihan pertahanan pesisir. “Kami telah mengeluarkan perintah kepada semua komandan di semua tingkatan, menerapkan proses pengambilan keputusan cepat, dan tentu saja melakukan pengerahan sumber daya serta pasukan secara sigap di sembilan negara bagian — mulai dari Zulia, Falcón, Carabobo, Aragua, Miranda, La Guaira, Anzoátegui, Nueva Esparta, hingga Sucre — di 73 lokasi,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut adanya ancaman tindakan di wilayah Venezuela yang “sudah di depan mata,” dan menuduh bahwa pihak Venezuela telah mengosongkan penjara, mengirim narapidana ke Amerika Serikat, serta memperoleh sekitar 100 miliar dolar AS dari perdagangan narkotika jenis fentanil.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Daily Sabah