Pada hari Minggu, 25 Januari 2026, Sekretaris Jenderal Kataib Hizbullah Irak Abu Hussein al-Hamidawi menyatakan kesiapan kelompoknya dalam menghadapi konfrontasi besar yang melibatkan sekutu regional mereka. Abu Hussein al-Hamidawi menyerukan kepada para pejuang di seluruh penjuru bumi, serta semua pihak yang memiliki keyakinan teguh, untuk bersiap menghadapi perang komprehensif demi mendukung Republik Islam Iran. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa dukungan ini merupakan bentuk perlawanan terhadap pihak-pihak yang ia sebut sebagai barisan kekafiran dan kemunafikan agar tidak mendominasi orang-orang yang beriman dan menjunjung keadilan. Menurutnya, Iran telah menjadi benteng sekaligus kebanggaan umat yang selama lebih dari empat dekade berdiri teguh mendampingi kaum tertindas serta mendukung berbagai perjuangan yang adil tanpa memandang perbedaan mazhab, warna kulit, maupun ras.
Abu Hussein al-Hamidawi menjelaskan lebih lanjut bahwa saat ini kekuatan-kekuatan penyesat, yang ia sebut sebagai Zionis internasional dan para penindas mereka, tengah berkumpul untuk mencoba menundukkan atau bahkan menghancurkan Iran. Ia menilai upaya tersebut juga bertujuan untuk meruntuhkan seluruh nilai moral dan etika yang ada di muka bumi, sehingga ia menegaskan pentingnya dukungan penuh dari kekuatan poros perlawanan dengan segala kemampuan yang dimiliki. Abu Hussein al-Hamidawi memberikan peringatan keras kepada musuh-musuh Iran bahwa perang melawan republik tersebut tidak akan menjadi sebuah perjalanan yang mudah, melainkan akan menjadi palagan di mana mereka akan merasakan kekalahan yang paling pahit hingga tidak ada lagi jejak mereka yang tersisa di wilayah tersebut.
Dalam seruannya kepada para pejuang, Abu Hussein al-Hamidawi meminta mereka untuk segera mempersiapkan diri di lapangan dan menetapkan tekad untuk meraih salah satu dari dua kebaikan, yaitu kemenangan atau syahid. Ia menekankan bahwa kesiapan ini menjadi sangat krusial, terutama jika otoritas keagamaan telah mengumumkan fatwa jihad. Kesiapan tersebut mencakup segala bentuk aksi jihad yang mencakup operasi syahid demi membela umat Islam dan jantung kekuatannya. Pernyataan ini muncul di tengah kesadaran akan kekuatan militer Iran yang merupakan salah satu yang terbesar di Timur Tengah. Kekuatan tersebut ditandai dengan kemampuan rudal balistik jarak jauh, teknologi serangan drone yang canggih, serta keunggulan angkatan laut, yang didukung pula oleh kepemilikan cadangan minyak dan gas bumi yang sangat besar sebagai kekuatan energi global.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Press TV



