Koresponden Al Mayadeen di Jalur Gaza melaporkan bahwa lebih dari 10 orang, termasuk empat anak-anak, tewas dan sejumlah lainnya luka-luka sejak Kamis, 8 Januari 2026, akibat serangan Israel di Jalur Gaza.
Secara rinci, empat warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, tewas akibat ledakan drone bunuh diri Israel di sebuah tenda pengungsi di area Al-Mawasi, kota Khan Yunis, bagian selatan Jalur Gaza. Masih di Khan Yunis, seorang warga tewas akibat bom yang dijatuhkan dari drone Israel di wilayah Sheikh Nasser. Serangan lain terhadap tenda di dekat area Al-Attar juga menewaskan satu warga dan melukai tiga lainnya.
Di utara Jalur Gaza, seorang anak tewas akibat tembakan Israel di area Al-Falouja, sebelah barat kamp pengungsi Jabalia. Sementara itu, seorang pemuda tewas dan empat lainnya luka-luka ketika pasukan Israel membom sekolah Abu Hussein di kamp tersebut yang menjadi tempat perlindungan pengungsi. Pengeboman Israel lainnya yang menargetkan sekolah Khalifa di Beit Lahia menyebabkan tiga orang luka-luka, dan satu orang terluka parah akibat tembakan kendaraan tempur di persimpangan Kuwait, sebelah timur lingkungan Zeitoun, Gaza City. Empat orang lainnya juga dinyatakan syahid akibat pengeboman yang menargetkan barak dan sebuah rumah di area Asqoula, lingkungan Zeitoun.
Di wilayah tengah Jalur Gaza, seorang pemuda tewas dan lainnya terluka ketika drone Israel membom tenda pengungsi di sebelah selatan kota Al-Zawaida. Dua warga Palestina lainnya tewas dalam pengeboman apartemen hunian di “Blok C” kamp Nuseirat.
Serangan Israel terhadap Jalur Gaza terus berlanjut dan terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober. Menurut statistik terbaru dari Kementerian Kesehatan di Gaza, pelanggaran ini telah mengakibatkan kematian 425 warga Palestina dan melukai sedikitnya 1.206 lainnya.
Juru bicara Pertahanan Sipil di Jalur Gaza, Mahmoud Basal, menyatakan bahwa dalam waktu kurang dari 24 jam, pasukan pendudukan Israel melakukan beberapa kejahatan terhadap warga sipil di selatan dan utara Jalur Gaza dengan menargetkan tenda serta rumah pengungsi. Ia mengonfirmasi bahwa serangan-serangan ini menyebabkan syahidnya tujuh warga, termasuk lima anak-anak dengan korban termuda berusia lima tahun. Basal menekankan bahwa penargetan warga sipil dan tempat pengungsian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional, serta menyerukan komunitas internasional untuk bertanggung jawab memberikan perlindungan bagi warga di Jalur Gaza.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Roya News



