Skip to main content

Sebagai balasan atas agresi Israel dan demi membela tanah air serta rakyat Lebanon, Perlawanan Islam melancarkan 29 operasi militer pada Kamis, 21 November 2024. Operasi ini menyasar pemukiman, situs militer, barak, serta titik konsentrasi pasukan pendudukan di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina dengan mengerahkan drone serang, rudal, dan artileri.

Di medan tempur darat, para pejuang Perlawanan Islam berhasil mendeteksi pergerakan satu unit tank Merkava Israel di sekitar kota Shamaa, Lebanon selatan. Sebuah rudal berpemandu diluncurkan tepat sasaran, menghancurkan tank tersebut serta menyebabkan awak di dalamnya tewas maupun terluka. Sepanjang hari, unit infanteri Perlawanan juga terus menggempur konsentrasi dan pergerakan pasukan musuh di sekitar desa Khiam, Yaroun, dan Shamaa menggunakan kawanan drone dan hujan roket.

Unit rudal Perlawanan membombardir sejumlah pangkalan militer dan pemukiman di utara Palestina yang diduduki, di antaranya:

  • Konsentrasi pasukan musuh di utara pemukiman Kfar Yuval.
  • Pangkalan Shragga (pusat komando administratif Brigade Golani) di utara Acre.
  • Untuk pertama kalinya, menargetkan Situs Peringatan Dini Israel di puncak Gunung Hermon, Golan Suriah yang diduduki. Situs ini merupakan pusat pengumpulan intelijen vital milik Divisi Golan ke-210.
  • Pangkalan Ein Zeitim.

Dalam rangkaian Operasi Khaibar, Perlawanan Islam untuk pertama kalinya melancarkan serangan rudal berkualitas tinggi ke Pangkalan Udara Hatzor. Pangkalan ini merupakan sayap udara strategis yang menjadi markas skuadron pesawat tempur dan unit pengintai, terletak jauh di pedalaman atau sekitar 150 km dari perbatasan Lebanon, tepatnya di timur kota Ashdod.

Secara bersamaan, kekuatan udara Perlawanan mengerahkan skuadron drone serang menuju Pangkalan Angkatan Laut Haifa. Pangkalan ini merupakan markas armada kapal selam dan kapal rudal Israel yang terletak 35 km dari perbatasan utara. Serangan tersebut dikonfirmasi menghantam target dengan tingkat presisi yang tinggi.

Sepanjang hari ini, sirine peringatan meraung sebanyak 11 kali di berbagai wilayah utara, mulai dari Galilea Atas hingga wilayah jari Galilea (Galilee Panhandle), serta di sepanjang garis pantai dari Ras al-Naqoura hingga pemukiman Nahariya.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: Fórum