Skip to main content

Kamis, 11 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan kelahiran Sayyidah Fatimah Az-Zahra, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam Iran, menerima ribuan pengikut Ahlul Bait serta para peserta majelis zikir dalam sebuah upacara meriah yang diisi dengan nyanyian religius, pujian, dan pengingatan keutamaan Sang Pemimpin Wanita Sejagat.

Dalam kesempatan tersebut, Ayatullah Khamenei mengucapkan selamat atas kelahiran murni Sayyidah Fatimah Az-Zahra dan menekankan bahwa melalui perlawanan nasional, rakyat Iran telah berhasil menggagalkan upaya berkelanjutan musuh untuk mengubah identitas agama, sejarah, dan budaya bangsa. Beliau menegaskan perlunya kesiapan defensif dan ofensif untuk menghadapi tekanan propaganda dan media dari kekuatan musuh yang menargetkan pikiran, hati, dan keyakinan masyarakat.

Pemimpin Revolusi memuji keutamaan Sayyidah Fatimah Az-Zahra, menyebutnya teladan utama bagi perempuan Muslim dalam kesalehan, keadilan, perjuangan di jalan Allah, hubungan keluarga yang harmonis, pendidikan anak, dan aspek kehidupan lainnya. Ia menekankan bahwa meneladani beliau sangat penting untuk membentuk generasi yang kuat secara moral dan spiritual.

Ayatullah Khamenei juga menyoroti nyanyian religius sebagai sarana penting dalam memperkuat literatur perlawanan. Menurut beliau, nyanyian dan majelis Husseini tidak hanya menyebarkan nilai-nilai perlawanan, tetapi juga melindungi generasi muda dari propaganda musuh. Ia menjelaskan bahwa perlawanan nasional mencakup keteguhan menghadapi berbagai tekanan dari kekuatan tirani, baik militer, ekonomi, media, budaya, maupun politik.

Beliau menekankan bahwa upaya kekuatan arogan untuk mengubah identitas bangsa Iran telah berlangsung lebih dari satu abad, namun Revolusi Islam telah berhasil menggagalkannya. Penyebaran konsep dan literatur perlawanan dari Iran ke negara-negara regional dan dunia menunjukkan bahwa meskipun tekanan sangat berat, ketahanan bangsa tetap terjaga.

Ayatullah Khamenei mengingatkan pentingnya memahami sasaran musuh, termasuk di bidang propaganda dan media, serta mengenali titik strategis yang menjadi target. Beliau menekankan bahwa keteguhan menghadapi perang propaganda memungkinkan rakyat tetap kokoh, dan menyerukan agar majelis Husseini dijadikan pusat penguatan nilai-nilai revolusi dan perlindungan generasi muda dari pengaruh musuh.

Lebih lanjut, Pemimpin Revolusi menjelaskan bahwa nyanyian religius yang baik, dengan konten tepat, kadang lebih berpengaruh dibandingkan banyak pidato atau kuliah. Ia menekankan pentingnya mengoreksi pemahaman agama, menjelaskan konsep jihad, mempertahankan keyakinan, dan meluruskan konsep Qur’an dalam kehidupan pribadi, sosial, dan politik.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Press TV