Dua warga Lebanon tewas pada Selasa malam, 16 Desember 2025, dalam dua serangan terpisah yang dilancarkan drone Israel, masing-masing di wilayah selatan Lebanon dan kawasan Gunung Lebanon. Serangan ini kembali menegaskan berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang masih berlaku.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa satu warga sipil gugur setelah sebuah kendaraan diserang dalam serangan udara Israel di ruas jalan Odaisseh–Markaba, Distrik Marjayoun, Provinsi Nabatieh. Sebelumnya, koresponden Al-Mayadeen di Lebanon selatan melaporkan bahwa sebuah drone Israel menargetkan sebuah mobil jenis van di kawasan tersebut.
Dalam serangan terpisah pada malam yang sama, kementerian mengonfirmasi satu warga Lebanon lainnya tewas dan lima orang mengalami luka-luka akibat serangan drone Israel terhadap sebuah kendaraan di jalan Jadra–Siblin, Distrik Chouf, kawasan Gunung Lebanon.
Serangan Israel pada Selasa itu tidak terbatas pada dua lokasi tersebut. Pasukan pendudukan Israel juga menembakkan peluru suar penerangan di sekitar pinggiran kota Aitaroun, Distrik Bint Jbeil, serta melakukan penembakan artileri ke wilayah pinggiran desa Marwahin di Distrik Tyre.
Rangkaian serangan ini berlangsung di tengah pelanggaran berulang Israel terhadap perjanjian penghentian permusuhan yang diumumkan pada 27 November 2024 di bawah naungan Amerika Serikat dan Prancis, sekaligus melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang diadopsi pada Agustus 2006.
Sebelumnya, pada Minggu, 14 Desember, tiga warga sipil Lebanon tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan Israel di wilayah selatan Lebanon. Salah satu serangan drone menargetkan kota Jwayya di Distrik Tyre dan menewaskan seorang anggota dewan kota setempat.
Pada hari yang sama, Kementerian Kesehatan Lebanon juga melaporkan seorang warga tewas dan satu lainnya terluka dalam serangan drone Israel yang menargetkan sepeda motor di kota Yater, Distrik Bint Jbeil. Selain itu, sebuah mobil diserang drone Israel di wilayah Safad al-Battikh, juga di Distrik Bint Jbeil, yang mengakibatkan pengemudinya meninggal dunia di tempat.
Sementara itu, pada Jumat, 13 Desember, pasukan pendudukan Israel sempat mengumumkan penangguhan sementara rencana pemboman sebuah bangunan hunian di kota Yanouh setelah Tentara Lebanon melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut di bawah pengawasan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Pemeriksaan dilakukan atas permintaan mekanisme tripartit yang bertugas menyelidiki klaim ancaman keamanan.
Baik Tentara Lebanon maupun UNIFIL menegaskan bahwa tidak ditemukan senjata atau peralatan militer di dalam bangunan tersebut. Meski demikian, pasukan Israel sebelumnya telah memperingatkan penghuni rumah dan bangunan di sekitarnya untuk segera mengungsi, dengan tuduhan bahwa bangunan itu digunakan sebagai “infrastruktur militer Hizbullah”. Rekaman dari sumber lokal menunjukkan aparat keamanan Lebanon bahkan memeriksa tangki septik di lokasi atas permintaan Komite Mekanisme, namun kembali tidak menemukan adanya peralatan militer.
Peristiwa-peristiwa ini mencerminkan rapuhnya gencatan senjata di Lebanon, di tengah terus meningkatnya serangan Israel yang menargetkan wilayah sipil dan terus menimbulkan korban jiwa.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Press TV



